Kronologi 16 Murid SD Disuruh Makan Sampah Oleh Guru, Enggak Tega Membacanya

Kamis, 27 Januari 2022 – 15:29 WIB
Ilustrasi siswa SD. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, BUTON - Sebanyak 16 murid kelas tiga SDN 50 Buton menerima perlakuan tidak pantas dari salah seeorang oknum guru berinisial MW.

Belasan murid tersebut dihukum memakan sampah oleh MW karena ribut saat jam pelajaran sekolah pada Jumat (21/1) lalu.

BACA JUGA: Berita Terkini Soal Progres Homologasi Grade A Sirkuit Mandalika

Akibat kejadian itu, salah satu korban mengalami bentol-bentol dan trauma.

Keluarga dari salah satu murid yang dihukum, Prischa Leda kontan menentang perlakuan MW.

BACA JUGA: 4 Fakta Aksi Pembubaran Tablig Haikal Hassan Oleh Pemuda Pancasila

Prischa pun melaporkan kejadian tersebut ke Polres Buton.

Kejadian itu, menurut Prischa, bermula saat belasan murid tersebut akan memberikan kejutan ulang tahun kepada wali kelasnya.

BACA JUGA: Ponsel Murid SD Ini Dirampas saat Belajar Online

Namun, MW yang mengajar di kelas empat terganggu dengan suara ribut dari murid-murid kelas tiga.

MW pun menegur belasan murid tersebut. Teguran itu diindahkan walau hanya sesaat.

"Namanya juga anak-anak apalagi mau kasih kejutan gurunya, tidak lama mereka kembali ribut," kata Prischa kepada JPNN.com melalui sambungan telepon, Rabu (26/1).

Tak lama kemudian, MW kembali masuk ke kelas tiga dan menutup pintu serta memanggil seorang murid untuk mengambil bungkusan bekas di tempat sampah.

"Langsung disuap siswa itu. Begitu juga siswa yang lain disuruh berdiri semua dan disuapkan sampah," beber Prischa.

Akibat hukuman itu, Prischa menyebutkan DS, inisial salah satu murid yang dihukum memakan sampah mengalami bentol-bentol di wajahnya dan mengalami trauma.

Dikonfirmasi terpisah, Kasat Reskrim Polres Buton AKP Aslim membenarkan pihaknya telah menerima laporan itu dan telah meminta keterangan dari DS maupun bapaknya.

"Kami sedang mendalami kasus itu untuk menentukan tindak pidana apa yang akan dikenakan kepada pelaku," ucap Aslim.

Pihak sekolah kabarnya sudah mengupayakan mediasi dengan memanggil para orang tua murid dan mempertemukannya dengan guru MW.

Namun, mediasi masih menemui jalan buntu karena beberapa orang tua tidak menerima anaknya diperlakukan seperti itu oleh oknum guru tersebut. (mcr6/rdo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemuda Pancasila Blak-Blakan Soal Alasan Membubarkan Tablig Haikal Hasan, Ternyata


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler