Kualitas Udara Riau Tidak Sehat, Tujuh Daerah Liburkan Sekolah

Kamis, 03 September 2015 – 02:10 WIB

jpnn.com - PEKANBARU - Kualitas udara di Provinsi Riau, semakin hari semakin memburuk. Asap dimana-mana, hampir tidak ada celah tanpa asap. Beberapa daerah di Riau sudah masuk pada taraf berbahaya dan sangat tidak sehat. Kondisi ini, menyebabkan tujuh daerah harus mengambil kebijakan meliburkan sekolah dalam beberapa hari kedepan.

Seperti dikutip dari Riau Pos (Grup JPNN), hingga Rabu (2/9) ini, sudah ada tujuh daerah di Riau yang memutuskan untuk meliburkan murid-murid Paud, TK, SD maupun SMP. Dari data yang diberikan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Region Sumatera, kondisi terparah di Riau terdapat di Kabupaten Siak dengan indeks angka ISPU 308, hal tersebut berarti kualitas udara yang bercampur asap sudah dalam kategori berbahaya. 

BACA JUGA: MRIS Pastikan Pembangunan Bandara Lebak Tetap Jalan

Sementara itu, Wilayah kedua yang menempati kondisi yang termasuk kedalam kategori sangat berbahaya ialah Kota Pekanbaru di Kecamatan Rumbai. Tidak berbeda jauh dengan Siak, angka ISPU Kecamatan Rumbai mencapai 307. Hal tersebut juga termasuk kedalam kategori berbahaya. 

Untuk itu, Kepala Pembangunan Kementrian Lingkungan Hidup Ekoregion Sumatera, Drs Amral Feri MSi melalui Kepala Bagian Tata Usaha Kementrian Lingkungan Hidup, Laura menghimbau kembali kepada masyarakat Riau untuk lebih menjaga kesehatan. Karena, kondisi kesehatan cendrung menurun disebabkan oleh kualitas udara yang termasuk kedalam kategori berbahaya. 

BACA JUGA: Penggusuran dengan Cara Premanisme Akhirnya Bentrok, Polisi Tangkap 10 Orang Tersangka

Ia menyebutkan, langkah pemerintah untuk meliburkan sekolah sangatlah tepat. Ini dikarenakan anak-anak sangat rentan terserang penyakit disebabkan kondisi udara yang sudah berbahaya. Ia menyarankan, agar para orang tua dapat mengawasi anaknya. Sehingga, diwaktu disuruh libur anak tidak bermain keluar. "Orang tua perhatikan anaknya agar tetap di rumah selama asap ini,"sebut Laura. 

Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Regional Sumatera, juga sempat membagikan masker kepada masyarakat dan siswa/siswi SD di sekitar kantor KLHK yang terletak di Panam. "Tadi kita membagikan masker sebanyak 5.000 pcs kepada masyarakat,"ucapnya. 

BACA JUGA: Gara-Gara Main Futsal, Belasan ABG Rusak Rumah Warga

Ia berharap masker tersebut benar-benar dipakai dan dimanfaatkan masyarakat dalam situasi dan kondisi seperti ini. Ia menceritakan, untuk bencana asap saat ini, sudah berdampak sampai ke Jambi. Saat ini, KLHK Region Sumatera sudah mengirim alat pantauan kualitas udara dan masker ke Jambi.

"Dampaknya saat ini sudah sampai ke Jambi dan Sumut," tambahnya. Hingga saat ini pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan juga Dinas terkait permasalahan asap. 

Terhitung hari ini, Kecamatan Rumbai yang dinyatakan sebagai daerah di Pekanbaru yang paling tidak sehat dengan kategori ISPU masuk pada status berbahaya, sejumlah sekolah di Kecamatan Rumbai meliburkan siswanya. Seperti pada hari Selasa (1/9), di SDN 150 Rumbai dan SD Muhamadiah 1 Kecamatan Rumbai, meliburkan siswa kelas 1 sampai kelas 3. Sementara Rabu (2/9) meliburkan seluruh siswanya dan akan masuk kembali pada Jumat (4/9).

Sejumlah orang tua yang mengantar anak-anak mereka ke SDN 150 sudah melihat papan pengumuman yang menyatakan siswa kelas 1-3 diliburkan sampai hari yang tidak ditentukan. Sementara siswa kelas 4-6 paginya sempat diwajibkan masuk kelas, namun pada pukul 10.30 WIB seluruh siswa di pulangkan.

''Karena asap tebal, maka seluruh siswa dipulangkan dan belum diketahui kapan akan masuk kembali. Mungkin melihat kondisi cuaca atau asap apakah masih tebal atau tidak besok (hari ini),'' ujar salah seorang guru SDN 150 Rumbai.

Sedangkan di SD Muhamadiyah 1 Rumbai, juga meliburkan siswanya mulai Selasa sampai Jumat (4/9). Ini disebabkan kondisi udara di Rumbai sangat tidak sehat, dan jarak pandang hanya berkisar 300 meter mulai pagi sampai menjelang siang.

''Kita liburkan. Karena udaranya sangat tidak baik dan sangat tidak sehat. Kalau kita paksakan sekolah, khawatir anak-anak malah sakit nantinya,'' ujar Kepala SD Muhammadiyah 1 Rumbai,Yuli SAg. 

Sedangkan di Sekolah Dasar Negeri 20 Kecamatan Senapelan dan SD 146 Kecamatan Tampan, Rabu (2/9), siswa-siswi terpaksa dipulangkan lebih awal dari biasanya.

Diakui Kepala Sekolah SDN 20 Hasnah MPd, pihaknya sudah meliburkan murid kelas 1 sampai kelas 3. "Sekarang yang masuk kelas 4,5 dan kelas 6. Karena kabut masih tebal beberapa waktu belakangan ini, kita mendapat instruksi dari Dinas Pendidikan untuk memulangkan anak lebih awal," katanya.

Hal senada juga di ungkapkan Kepala Sekolah SDN 146 Tampan, Jasmaniar sesuai informasi dari Disdik Pekanbaru pukul 10.00 WIB pihak sekolah sudah memulangkan anak karena asapnya pekat saat ini.

"Agar anak tidak berkeliaran saat di rumah kita juga menginstruksikan guru untuk memberikan tugas kepada anak-anak, jadi ketika masuk besok semua tugas di kumpulkan," katanya.

Lanjutnya untuk hari Kamis seluruh siswa diliburkan, sementara hari Jumat dan Sabtu menunggu perkembangan selanjutnya dan belum bisa dipastikan.

"Tujuan diliburkan agar anak-anak tidak terkena dampak ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) akibat kabut asap ini, karena kita lihat sampai jam 11 siang kabut masih pekat," terangnya.

Dengan diliburkannya sekolah ini sejujurnya diakuinya kedepannya siswa-siwi yang dirugikan, karena menurutnya banyak materi yang nantinya terlambat disampaikan.

"Sayang kita liburkan anak-anak jadi terlambat materinya, tetapi kita pihak sekolah akan mencari jalan agar tidak ada materi yang tertinggal," ujarnya.

Sebagai pihak sekolah ia sangat berharap agar masalah asap ini dapat diselesaikan pemerintah. Karena dampaknya selain kesehatan juga merugikan para pelajar dikarenakan tidak dapat bersekolah.

"Tentu kami berharap kepada pemerintah secepat mungkin lah diselesaikan masalah asap ini. Apa lagi asap seperti agenda tahunan yang setiap tahunnya hadir," harapnya.

Sementara itu, Kadisdik Pekanbaru, Zulfadil menyebutkan keputusan yang diambil ini untuk mengatisipasi dampak kabut asap yang semakin pekat di Pekanbaru.

''Sudah kita koordinasikan ke instansi terkait dan sudah diputuskan seluruh sekolah untuk meliburkan siswanya karena beberapa hari ini kualitas udara di Pekanbaru sudah dalam kategori tidak sehat," jelasnya.

Mengenai perpanjangan libur, kata Zulfadil, pihaknya masih akan melihat situasi. Ia mengatakan Disdik Pekanbaru secara rutin meminta laporan kondisi polusi asap dari Badan Lingkungan Hidup Pekanbaru dan kondisi udara pada laporan terakhir menunjukan level tidak sehat.

"Kita akan lihat dulu, apakah udara membaik atau masih tidak sehat, kalau Jumat udara masih sama seperti ini ya kita perpanjang lagi liburnya," tandasnya.

Begitu juga di Kabupaten Siak, meliburkan sekolah mulai dari Paud, TK, SD hingga SMP. Ini dikarenakan kabut asap di Kabupaten Siak kian menebal. Kabut mulai terlihat dari pagi. Sampai petang kondisinya masih sama, tak banyak berubah. Bahkan jarak pandang dalam kisaran normal 1 Km.

"Kurang aktivitas diluar rumah. Jika keluar, gunakan masker," saran bupati Syamsuar.

Dari hasil laporan Satgas Karhutla Siak, kebakaran lahan terjadi disebagian besar kecamatan di Siak. Petugas pemadam bersama Satgas terus siaga lakukan pemadaman.(rpg)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengakuan Spesialis Curanmor 20 TKP, Satu Motor Tujuh Menit, Kalau Lewat Ditinggal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler