Kuartal I 2024, Pegadaian Raih Laba Rp 1,4 Triliun

Sabtu, 27 April 2024 – 12:33 WIB
PT Pegadaian. Foto Yessy Artada/jpnn.com

jpnn.com, JAKARTA - Pertumbuhan aset PT Pegadaian mencapai 14,3% yoy dari Rp. 76,1 triliun naik menjadi Rp. 87 triliun pada periode tiga bulan pertama di Tahun 2024.

Kemudian Outstanding Loan (OSL) Gross tumbuh sebesar 17,0% yoy dari Rp. 61,2 triliun menjadi Rp. 71,6 triliun.

BACA JUGA: Dukung Kesetaraan Gender, Pegadaian Edukasi Keuangan Perempuan dalam Perayaan Hari Kartini

Sementara itu laba bersih tumbuh sebesar 33,2% dari Rp. 1 triliun menjadi Rp. 1,4 triliun.

Pertumbuhan kinerja perseroan turut didorong oleh peningkatan jumlah nasabah Pegadaian sebesar 9,3% dari 22,4 juta nasabah di Maret 2023 menjadi 24,4 juta nasabah di Maret 2024 dan penyaluran pinjaman (omzet) pembiayaan tumbuh 10,7% dari Rp. 49,4 triliun naik menjadi Rp. 54,7 triliun.

BACA JUGA: Pertamina Mandalika International Circuit jadi Magnet Pariwisata Olahraga

Direktur Utama PT Pegadaian, Damar Latri Setiawan mengatakan pencapaian tersebut turut dihasilkan dari kinerja Holding Ultra Mikro.

“Kinerja memuaskan ini merupakan kado indah untuk Pegadaian yang telah genap berusia 123 Tahun. Selain transformasi yang dijalankan, konsistensi yang dilakukan, tentu pencapaian ini tidak luput dari holding BUMN Ultra Mikro yang berhasil mendorong bisnis pembiayaan mikro melalui produk gadai dan investasi lewat produk non-gadai. Bersama BRI dan PNM, Pegadaian berkomitmen untuk mengembangkan UMKM, salah satunya dengan menyalurkan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Syariah," papar Damar.

BACA JUGA: Reduksi Emisi Gas Rumah Kaca, SIG Tingkatkan Penggunaan Bahan Bakar Alternatif

Pembiayaan KUR Syariah Pegadaian mencetak kinerja cemerlang sebesar 303,9% menjadi Rp. 2,9 triliun di kuartal I Tahun 2024 dari 710 miliar di kuartal I Tahun 2023.

Sementara itu dari sisi rasio keuangan, Pegadaian dinilai semakin sehat dengan adanya penurunan kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) dari 1,37% di kuartal I Tahun 2023 menjadi 1,24% di kuartal I Tahun 2024, serta BOPO yang turut mengalami penurunan menjadi 62,74% dari 65,27% yoy.

Pegadaian juga berusaha untuk selalu hadir di tengah masyarakat dengan tidak henti memberikan literasi terkait investasi, sebut saja produk Cicil Emas dan Tabungan Emas Pegadaian yang tahan inflasi.

Tak hanya memfasilitasi pembiayaan produktif, namun pinjaman konsumtif seperti fitur baru Pembiayaan WIsata Religi, Multiguna Wisata hingga pembiayaan kendaraan listrik yang dapat dinikmati oleh seluruh Sahabat Pegadaian.(jpnn)


Redaktur : Yessy Artada
Reporter : JPNN.com

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler