Kubah Masjid Jemaah Ahmadiyah di Sintang Dibongkar, Kemenag Bereaksi

Minggu, 30 Januari 2022 – 22:58 WIB
Kementerian Agama RI. Foto: Twitter @Kemenag_RI

jpnn.com, JAKARTA - Kementerian Agama bereaksi atas pembongkaran kubah masjid rumah ibadah Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Sintang Kalimantan Barat. Pembongkaran itu untuk dilakukan alih fungsi. 

Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) Kemenag Wawan Djunaidi mengimbau agar rumah ibadah tersebut tetap difungsikan sebagai masjid bagi seluruh umat Islam.

BACA JUGA: Diplomat Inggris Ungkap Pembongkaran Kubah dan Menara Masjid Bersejarah di Tiongkok

“Rumah ibadah JAI yang sudah berdiri di Sintang agar tetap difungsikan sebagai masjid yang bisa dimanfaatkan seluruh umat muslim," ujar Wawan Djunaidi dalam pernyataan resminya, Minggu (30/1).

Jika akan dimanfaatkan untuk fungsi yang lain, menurut Wawan, harus melalui musyawarah dengan jemaah Ahmadiyah sebagai pemilik lahan dan bangunan.

BACA JUGA: Doa dari Pendiri Masjid Kubah Emas Dian Al Mahri Diijabah Allah

Kepala PKUB Kemenag juga meminta seluruh kepala daerah kabupaten/kota untuk memfasilitasi umat beragama yang mengusulkan penggunaan tempat ibadah sementara karena belum memenuhi syarat untuk mendirikan rumah ibadah.

Dalam Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 disebutkan, pendirian rumah ibadah harus memenuhi persyaratan administratif, teknis, dan khusus.

BACA JUGA: Berita Terbaru Kasus Penyerangan terhadap Jemaah Ahmadiyah

Persyaratan khusus tersebut antara lain, terdapat 90 jiwa calon pengguna rumah ibadah. Jika persyaratan khusus tersebut belum terpenuhi, pihak-pihak yang ingin mendirikan rumah ibadah bisa mengajukan izin penggunaan tempat ibadah sementara kepada pemerintah daerah kabupaten/kota.

“Pemda sebaiknya memastikan agar hak-hak konstitusi warga negara terpenuhi, khususnya untuk beribadah secara kolektif di rumah ibadah atau tempat ibadah sementara,” tuturnya.

Kepada seluruh umat muslim, Wawan mengajak agar bisa menerima anggota JAI untuk beribadah bersama-sama di masjid atau musala. Anggota JAI juga diimbau untuk beribadah secara bersama-sama dengan umat muslim lainnya, di masjid mana pun.

“Sudah seharusnya seluruh umat beragama hidup bersama-sama dengan penganut seagama yang berbeda paham atau penganut agama lain dengan toleran, rukun, dan saling menghargai," pungkasnya.(esy/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : Friederich
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler