Kulakan BBM, SPBU Malah Terbakar

Senin, 20 November 2017 – 15:26 WIB
Kebakaran. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, PASURUAN - Kebakaran terjadi di SPBU 5467131 Desa Sidowayah, Kabupaten Pasuruan, Jatim kemarin (19/11).

Kebakaran itu dipicu percikan api yang muncul dari motor Toyib, 42, konsumen bahan bakar minyak (BBM).

BACA JUGA: Puluhan Remaja Mabuk-Mabukan dekat Makam Pahlawan

Akibat kebakaran tersebut, Toyib mengalami luka bakar hingga 85 persen.

Berdasar informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 04.15.

BACA JUGA: Kenangan Bersama Mantan Tak Pernah Terlupakan

Saat itu, korban yang sehari-hari menjual BBM eceran hendak kulakan BBM jenis pertalite.

Dia kemudian mendatangi SPBU yang tak jauh dari kantor Kecamatan Bangil tersebut dengan membawa jeriken.

BACA JUGA: Ribuan Nyai Dukung Gus Ipul dan Mas Anas

Jeriken untuk tempat BBM dia letakkan di bagian depan.

Menurut Zainul, 32, petugas SPBU, korban yang merupakan warga Desa Kenep, Kecamatan Beji, hendak mengisi jerikennya dengan BBM jenis pertalite sebanyak 20 liter.

Zainul, yang memang mengenal korban, sempat berbincang-bincang dengan korban.

Tak disangka, saat proses pengisian BBM, muncul percikan api dari mesin motor korban.

Api yang menyambar itu membuat panik Zainul dan Toyib.

Zainul langsung lari untuk mengambil alat pemadam kebakaran yang tersedia di SPBU tersebut.

Korban sendiri, lanjut Zainul, langsung melompat dari motornya begitu api menyambar.

Sayang, saat berusaha lari itu, jeriken yang ada di depannya tersebut tersenggol dan tumpah.

Tentu saja, jilatan api langsung menyambar tumpahan BBM itu dan membakar mesin pompa BBM. Bukan hanya itu, api juga membakar motor Honda Grand nopol N 5413 TT milik korban.

''Saat saya mengisi pertalite, tiba-tiba api menyala dari sisi kiri motor. Saya tidak tahu dari mana munculnya api. Sebab, saya yakin mesin motor sudah mati. Korban pun tidak membawa rokok. Begitu ada api, kami panik. Korban yang mengisi BBM di atas motornya langsung melompat hingga membuat jeriken tumpah. Setelah itu, semua terbakar," jelasnya.

Zainul, yang dibantu petugas SPBU lainnya, berusaha memadamkan api. Dua alat pemadam pun disemprotkan untuk membuat api mati.

Upaya mereka berhasil. Beberapa menit kemudian, api itu bisa dijinakkan.

Menurut Zainul, korban memang sudah luka parah ketika itu. Dia sempat melarikan korban ke Puskesmas Bangil. Namun, pihak puskesmas tak sanggup menangani luka bakar korban.

Korban kemudian dilarikan ke RS Masyitoh. Namun, rumah sakit tersebut juga tidak mampu.

''Korban kemudian dibawa ke RSUD Bangil untuk mendapatkan pertolongan," ucap Zainul.

Kapolsek Beji Kompol Wagiran menjelaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan atas kebakaran tersebut.

Pihaknya belum memastikan penyebab kebakaran. Namun, berdasar keterangan saksi-saksi, kebakaran itu dipicu munculnya api dari motor korban.

''Apa penyebab munculnya api itu masih kami selidiki. Apakah memang karena (motor, Red) belum dimatikan saat mengisi BBM atau karena faktor lain, kami belum bisa memastikan," ujarnya.

Menurut Wagiran, kebakaran itu membuat korban mengalami luka bakar serius.

Korban kemudian dilarikan ke RSUD Bangil untuk mendapatkan penanganan.

Dia belum mengetahui besar kerugian yang ditimbulkan imbas kejadian tersebut.

''Kerugiannya berapa belum kami pastikan. Kami baru memeriksa dua saksi yang tak lain adalah petugas SPBU. Belum pemiliknya untuk mengetahui besaran kerugian yang ditimbulkan," ujarnya. (one/rf/c17/diq/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Puluhan Ton Beras Ilegal Malaysia Banjiri Kalbar


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler