Kunjungan Jokowi ke Kawasan Indonesia Dianggap Mubazir Jika...

Selasa, 29 Desember 2015 – 23:27 WIB
Presiden Jokowi. FOTO: DOK.JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA – Tokoh masyarakat Kawasan Timur Indonesia yang tergabung dalam Solidaritas Persaudaraan Melanesia Indonesia, Alexis Adu menyatakan sia-sia Provinsi Papua, Papua Barat, Maluku, Maluku Utara, dan NTT bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kalau tidak akan mengurangi kemiskinan yang dihadapi masyarakat di wilayah itu.

Pernyataan tersebut disampaikan Alexis Adu menjawab pertanyaan wartawan terkait adanya aspirasi Solidaritas Persaudaraan Melanesia Indonesia yang akan disampaikan ke Presiden Jokowi terkait pembangunan Kilang Gas Blok Masela di Darat.

BACA JUGA: Herman Hery Bantah Mengancam Perwira Polda Lewat Telpon, Tapi...

“Buat apa kami bergabung dengan NKRI jika hak-hak kami untuk maju dan sejahtera melalui Kilang Gas Blok Masela terus diabaikan? Sudah 70 tahun merdeka, kawasan Timur yang kaya dibiarkan miskin,” kata Alexis Adu, usai pertemuan Solidaritas Persaudaraan Melanesia Indonesia, di Jakarta, Selasa (29/12).

Di tempat yang sama, Sujud Sirajudin yang juga bergabung dalam Solidaritas Persaudaraan Melanesia Indonesia, menyatakan apresiasi terhadap Presiden Jokowi yang berulangkali melakukan kunjungan ke Kawasan Indonesia Timur. Namun, dia menilai belum ada komitmen untuk melepaskan Kawasan Timur Indonesia dari kemiskinan.

BACA JUGA: Kunjungan Presiden di Papua, Kapolri: Perketat Pengamanan di Wamena

“Berkali-kali Presiden ke kawasan Timur, itu bagus. Yang belum ada itu, komitmen mengentaskan kemiskinan dan memajukan kawasan timur. Kalau itu tak ada, mubazir juga kunjungan itu,” kata Sujud Sirajudin.(fas/jpnn)

BACA JUGA: DPR: Hentikan Istilah Kelompok Kriminal Bersenjata Papua

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bandara Ngurah Rai Aman Terkendali, Eh... Ada Bule Pingsan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler