Kuota PPDB SMA/SMK Jateng Ditambah, Pakar Pendidikan Memberi Apresiasi

Kamis, 15 Juni 2023 – 09:38 WIB
Arsip Foto - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengecek pelaksanaan PPDB di SMA Negeri 5 Semarang, Senin (20/6)/2022). (ANTARA/HO-Humas Pemprov Jateng)

jpnn.com - SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menambah kuota penerimaan peserta didik baru (PPDB) tingkat SMA dan SMK di Provinsi Jateng pada tahun ajaran 2023/2024.

Pakar pendidikan Sri Suciati mengapresiasi penambahan kuota PPDB tingkat SMA dan SMK tersebut. Dia menilai hal ini sebagai yang baik untuk memperluas akses pendidikan bagi anak usia SMA/SMK.

BACA JUGA: Ganjar Tambah Kuota 7.920 Untuk PPDB SMAN/SMKN Jateng 2023

Sri mengatakan penambahan kuota PPDB tingkat SMA dan SMK akan memperluas kesempatan bagi pelajar di wilayah Jawa Tengah menempuh pendidikan di sekolah negeri.

"Artinya, itu, kan, niat yang sangat baik, agar kesempatan untuk memperoleh pendidikan itu dimiliki sangat luas oleh anak-anak kita," katanya di Semarang, Kamis (15/6).

BACA JUGA: PPDB 2023 di Jakarta Sudah Dibuka, Lihat Kuota Siswa Baru SD hingga SMA

Sri menilai penerapan kebijakan penambahan kuota PPDB tingkat SMA dan SMK tahun ajaran 2023/2024 di Jawa Tengah sudah dipersiapkan dengan baik, karena dibarengi dengan penyediaan fasilitas serta tenaga pendidik.

"Kalau memang sarana dan prasarananya cukup, gurunya juga cukup, maka ini sangat baik untuk perluasan akses pendidikan bagi anak-anak kita untuk berkesempatan sekolah di sekolah negeri," kata rektor Universitas PGRI Semarang, itu.

BACA JUGA: PPDB DKI Jakarta 2023 Jenjang SD-SLTA Sudah Dibuka Hari Ini

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyampaikan bahwa kuota PPDB tingkat SMA dan SMK di Jawa Tengah pada 2023 ditambah sebanyak 220 rombongan belajar atau 7.920 siswa.
Menurut dia, penambahan kuota penerimaan siswa baru di tingkat SMA dan SMK dilakukan dengan memperhitungkan kemampuan SMA negeri dan SMK negeri yang ada dalam menampung lulusan SMP dan sekolah sederajat.
"Penambahan kuota PPDB (juga) diselaraskan dengan optimalisasi jumlah jam mengajar guru setiap minggunya, dengan tetap memperhatikan jumlah jam mengajar guru paling banyak 40 jam pelajaran per minggu," kata Ganjar.

Selain itu, penambahan kuota PPDB dilakukan dengan memperhitungkan distribusi guru berdasarkan zonasi, pemanfaatan unit sekolah baru dan ruang kelas baru, penyelenggaraan kelas daring dan kelas jauh, serta optimalisasi fasilitas yang telah tersedia.

Gubernur Ganjar mengatakan bahwa penambahan kuota PPDB juga disesuaikan dengan alokasi anggaran untuk pendidikan.

Kuota PPDB Tingkat SMA dan SMK di Jawa Tengah pada 2022 sebanyak 217.781 orang. Perinciannya, 116.102 untuk SMA negeri dan 101.679 SMK negeri.

Pada 2023, kuotanya ditambah menjadi total 225.701, yang terdiri atas 122.222 untuk SMA negeri dan 103.479 SMK negeri. (antara/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!


Redaktur & Reporter : M. Kusdharmadi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler