Kurangi Pengangguran, Papua Muda Inspiratif Bantu Warga Bisa Berpenghasilan

Minggu, 15 Januari 2023 – 03:17 WIB
Papua Muda Inspiratif (PMI) terus berupaya untuk mensejahterakan warga Papua. Foto dok PMI

jpnn.com, PAPUA - Papua Muda Inspiratif (PMI) membudidayakan ikan nila dengan sistem bioflok.

PMI merupakaan wadah anak muda yang dibina oleh Badan Intelijen Negara (BIN) untuk menjadi motor kesejahteraan masyarakat Papua.

BACA JUGA: Berhasil Sejahterakan Petani, Papua Muda Inspiratif Panen Jagung

Mereka membantu kelompok-kelompok budidaya ikan ini untuk bisa mengakses bantuan dari KKP.

Salah satu kelompok pembudidaya ikan nila berada di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur, Jayapura, Papua. Kelompok yang beranggotakan 20 orang ini diketuai oleh Franspouw.

BACA JUGA: Venna Melinda Sepakat Bakal Baikan dengan Ferry Irawan?

Franspouw mengaku, dengan pendampingan yang dilakukan PMI, perkembangan budidaya di kelompoknya berkembang sangat baik.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada BIN, KKP dan PMI yang telah bersama-sama dengan kelompok kami untuk budiaya ikan nila dengan sistem bioflok," ujar Franspouw, Sabtu (14/1).

BACA JUGA: Kabar Terbaru dari Irjen Dedi soal Pilot Asal Papua Ditangkap Polisi Filipina

Franspouw menyampaikan hal itu saat menyambut kunjungan Deputi IV Bidang Intelijen Ekonomi BIN, Made Kartikajaya yang juga Pembina PMI ke lokasi budidaya mereka di Kampung Nolokla.

Dia menjelaskan, kelompoknya telah berhasil menebar 20 ribu benih ikan di delapan kolam bioflok, dengan masa panen sekitar lima bulan.

Selain dikonsumsi keluarga, hasil panen tersebut nantinya akan dijual.

Berdasarkan kalkulasi, apabila tidak ada kendala dalam proses produksi, setiap lima bulan kelompoknya bisa menghasilkan keuntungan yang lumayan besar.

"Keuntungan bisa ratusan juta, kalau proses produksi sesuai. Saya sudah kalkulasi, satu anggota itu bisa menerima kurang lebih Rp 25 juta per lima bulan," ungkapnya.

Franspouw mengungkapkan, ikan itu dipelihara oleh sekitar 20 orang dari kaum muda hingga tua yang dulunya belum bekerja.

"Masyarakat yang direkrut itu sangat senang sekali dengan sistem bioflok, selama ini mereka menganggur," ucapnya.

Sekretaris PMI Provinsi Papua, Vitha Faidiban berharap program ini bisa berjalan dengan baik dan lancar, sehingga bisa dikembangkan ke masyarakat lainnya.

"Ini sangat berpotensi, sangat menjanjikan. Program kedepannya itu kami bisa menaruh satu kolam di tiap rumah. Itu bisa sangat membantu perekonomian masyarakat," imbuhnya.

Program pemberdayaan masyarakat ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo dan Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, yang ditindaklanjuti oleh Made Kartikajaya. 

Made Kartikajaya bersama pengurus PMI juga meninjau perkembangan jagung binaan PMI di Kampung Kwadeware dan Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Kab. Jayapura.

Lalu, melakukan peninjauan ke budidaya ikan dengan sistem Keramba Jaring Apung di Danau Sentani, Kampung Doyo Lama, Distrik Waibu, Jayapura.

Selain itu, peninjauan ke pembudidayaan pohon sagu di Desa Asei Kecil, Distrik Sentani Timur.(chi/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler