Kurs Rupiah Hari Ini Ambyar Lagi, Waspada!

Kamis, 13 Oktober 2022 – 16:05 WIB
Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore bergerak melemah. Ilustrasi: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Kurs rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis sore bergerak melemah.

Rupiah ditutup melemah lima poin atau 0,03 persen ke posisi Rp 15.362 per USD dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.357 per USD.

BACA JUGA: Kurs Rupiah Makin Parah, Airlangga Akui Terdepresiasi 6 Persen, tetapi

Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan pelemahan mata uang Garuda terjadi seiring pelaku pasar yang menunggu rilis data inflasi Amerika Serikat (AS) malam ini.

"Pasar saat ini menantikan perilisan data Consumer Price Index (CPI) AS," kata Faisyal dalam kajiannya di Jakarta, Kamis (13/10).

BACA JUGA: Kurs Rupiah Ngeri-Ngeri Sedap, Diprediksi Bisa Makin Gila

Menurutnya, fokus pasar pada hari ini akan tertuju ke rilis data CPI AS yang dijadwalkan pukul 19:30 WIB. 

Data tersebut dinilai dapat mempengaruhi kebijakan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), pada masa depan.

BACA JUGA: Rupiah Hari Ini Ambyar, USD Tembus Rp 15.318

Data harga produsen AS (PPI) menunjukkan peningkatan lebih dari yang diharapkan pada September. Indeks harga produsen untuk permintaan akhir rebound 0,4 persen, di atas perkiraan kenaikan 0,2 persen. Dalam 12 bulan hingga September, PPI meningkat 8,5 persen setelah naik 8,7 persen pada Agustus.

Di sisi lain, hasil notula rapat Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) yang dirilis semalam dipandang kurang hawkish.

Namun, ada beberapa anggota yang mengatakan penting untuk mengukur ulang laju pengetatan kebijakan lebih lanjut untuk mengendalikan risiko dampak negatif yang signifikan terhadap prospek ekonomi.

Di sisi lain, ada kekhawatiran akan ketegangan geopolitik setelah AS berencana untuk memberlakukan larangan impor aluminium Rusia.

"Pemerintahan Joe Biden saat ini sedang mempertimbangkan penghentian impor aluminium Rusia sebagai tanggapan atas eskalasi militer Rusia di Ukraina," beber Faisyal.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp 15.353 per USD.

Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp 15.341 per USD hingga Rp 15.367 per USD.

Direktur CELIOS Bhima Yudhistira Adhinegara memprediksi pelemahan rupiah akan berlanjut.

Sebab, ada tiga faktor utama yang menyebabkan pelemahan nilai tukar rupiah, di antaranya tekanan resesi global menurunkan cadangan devisa, berakhirnya era windfall harga komoditas yang selama ini membantu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

"Rupiah akan bergerak direntang Rp 15.300 hingga Rp 16 ribu hingga awal tahun depan," tegas Bhima. (antara/mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler