Lagi, Harimau Sumatera Menyerang Sapi Milik Warga Agam

Kamis, 16 Desember 2021 – 13:14 WIB
Jejak harimau yang ditemukan warga di Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. (ANTARA/HO)

jpnn.com, LUBUKBASUNG - Harimau Sumatera (panthera tigris Sumatrae) menyerang sapi milik warga di Maua Hilia, Jorong Kayu Pasak Timur, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Kamis (16/12) pagi.

Harimau Sumatera itu mengejar sapi yang digembalakan di halaman rumah. 

BACA JUGA: Warga Padang Lawas Diteror Harimau Sumatera

Salah satu pemilik sapi, Doni (18) mengatakan, harimau itu mengejar dua ekor sapi miliknya. 

Tidak hanya itu, tiga ekor sapi milik bibinya bernama Zara (38), juga dikejar oleh sang harimau. 

BACA JUGA: Hati-Hati Harimau Sumatera Berkeliaran

Doni menjelaskan bahwa kejadian itu baru diketahui pada pukul 06.00 WIB, karena daerah itu dilanda hujan. 

Saat keluar rumah, Doni tidak melihat anak sapi miliknya.

BACA JUGA: Harimau Sumatera Berkeliaran di Padang Lawas, Sudah Hampir Sebulan, Warga Resah

Kemudian, dia melihat di sekitar rumah banyak jejak kaki harimau.

Setelah itu, Doni beserta keluarga yang lain mencoba mencari anak sapi. 

Kemudian, anak sapi ditemukan di sekitar pohon sagu dengan jarak sekitar 150 meter dari rumah.

"Anak sapi tersebut bersembunyi di sekitar pohon dan tidak ada tanda cakaran harimau di badan lima ekor sapi ini," katanya di Lubukbasung, Kamis (16/12).

Doni menjelaskan kejadian ini merupakan kali kedua dialami oleh lima sapi tersebut.

Sebelumnya, kata Doni, lima sapi itu juga dikejar harimau saat berada di kandang yang berada di kebun miliknya, Senin (6/12).

Akibat kejadian itu, kelima ekor sapi dibawa ke rumah untuk mencegah serangan, namun harimau kembali menyerang ke rumah.

Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam Ade Putra mengatakan pihaknya bakal melakukan penanganan konflik manusia dengan satwa itu segera mungkin.

"Kita akan ke lokasi untuk melakukan penanganan agar tidak ada korban lebih lanjut," katanya di tempat terpisah. 

Sebelumnya, Tim Resor KSDA Agam sudah melakukan penanganan konflik itu selama 10 hari semenjak 1-10 Desember 2021.

Penanganan itu berupa identifikasi lapangan, pemasangan kamera jebak dan penghalauan satwa.

"Setelah melakukan penghalauan, satwa tidak muncul dan dari jejak kaki satwa telah menuju kawasan hutan lindung," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Harimau Sumatera   Menyerang   sapi   Warga   Agam   Harimau  

Terpopuler