Laksamana Yudo: Serbuan Vaksinasi TNI AL Tidak Hanya Kepada Masyarakat Maritim

Selasa, 03 Agustus 2021 – 22:41 WIB
Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono sesaat setelah melepas keberangkatan Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” di Dermaga Pondok Dayung, Komando Armada (Koarmada) I, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (3/8). Foto: Dispenal

jpnn.com, JAKARTA - TNI AL terus melaksanakan serbuan vaksinasi kepada masyarakat maritim dan saat ini sudah tercapai 85 persen sampai 90 persen.

“Ke depan, Serbuan Vaksin TNI AL menyasar daerah-daerah yang laju vaksinasinya masih minim,” kata Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono sesaat setelah melepas keberangkatan Ekspedisi Jala Citra I “Aurora” di Dermaga Pondok Dayung, Komando Armada (Koarmada) I, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Selasa (3/8).

BACA JUGA: Jalasenastri TNI AL Seskoal Gelar Serbuan Vaksinasi Untuk Pelajar Usia 12-17 Tahun

Laksamana Yudo menjelaskan sejak 23 Juni 2021 lalu telah menginstruksikan kepada seluruh Jajaran TNI AL dan Pangkalan-pangkalan TNI AL untuk melaksanakan serbuan vaksinasi kepada masyarakat maritim.

Sasaranya dari sebuan vaksinasi adalah pelabuhan-pelabuhan umum, pelabuhan-pelabuhan perikanan, masyarakat maritim maupun pulau-pulau terpencil yang bisa didatangi dengan menggunakan KRI.

BACA JUGA: Tim Pushidrosal Sosialisasikan Perkembangan Status Perbatasan Maritim Indonesia

“Berhubung hingga kini sasaran masyarakat maritim sudah tercapai 85 persen sampai dengan 90 persen maka arah TNI AL mulai menyasar ke daerah-daerah yang laju vaksinasinya masih minim, seperti yang dilaksanakan di Cilegon beberapa waktu lalu yang baru 11 persen warga yang tervaksin. Di Sumedang juga baru 17 persen warga yang tervaksin,” ujar KSAL.

Lebih lanjut, Laksamana Yudo mengatakan sebanyak 400.000 dosis vaksin telah berhasil disuntikkan melalui Serbuan Vaksin TNI AL yang berasal dari Kemenkes . Kegiatan vaksinasi tidak akan berhenti dan terus berjalan sesuai permintaan masyarakat.

BACA JUGA: TNI AL Pindahkan Makam Para Pahlawan Korban Pembantaian Penjajah Belanda

“Kami punya vaksinator dan tenaga kesehatan namun vaksinnya kami minta ke Kemenkes melalui Puskes TNI,” ujar Yudo.

Selain pemberian vaksin, TNI AL juga membantu pemenuhan kebutuhan oksigen.

KSAL mengatakan KRI dr. Soeharso sudah seminggu sandar di Semarang untuk melayani rumah sakit-rumah sakit dan masyarakat karena Jawa Tengah produksi oksigennya minim.

Sementara di Surabaya untuk membantu ketersediaan oksigen digunakan KRI Semarang yang sampai saat ini masih melayani masyarakat yang akan menukarkan tabung kosong dengan tabung yang telah terisi oksigen di Jalajaya.

“Sudah disiapkan tabung-tabung yang sudah diisi oksigen sehingga masyarakat tinggal menukar dan tidak perlu menunggu untuk mengisi yang butuh waktu sekitar 15 menit,” ujar Yudo.

Pada kesempatan itu, Laksamana Yudo juga mengatakan TNI AL telah menyiapkan rumah sakit darurat untuk isolasi pasien Covid di Gedung Dolos Jalan Kwini Jakarta dan di Surabaya di Lanmar Surabaya di Jalan Opak yang siap beroperasi.

Sebelumnya rumah sakit darurat Dolos merawat 60 pasien tetapi sekarang tinggal 7 pasien.

“Harapan saya, walaupun sudah disiapkan namun kalau bisa jangan ada masyarakat yang sakit dan tidak perlu dirawat di situ. Semoga masyarakat sehat semua dan tidak ada yang perlu dirawat,” kata Laksamana Yudo.(fri/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler