LaNyalla: DPD RI Berkomitmen Dukung Program Pemberdayaan Kawasan Pedesaan

Sabtu, 04 September 2021 – 19:11 WIB
Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menghadiri launching program Desa Emas bersama Satmakura di MS Town Beach, Pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Sabtu (4/9). Foto: Humas DPD RI

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan, lembaganya berkomitmen mendukung berbagai program yang menyangkut pembangunan dan pemberdayaan kawasan pedesaan.

Apalagi dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, kata LaNyalla, dibutuhkan persatuan dan kesatuan bangsa yang dimulai dari tingkatan desa.

BACA JUGA: Distribusi Vaksin di Jabar Tidak Proposional, Ketua DPD Bilang Begini ke Pemerintah

"Sebagai manifesto fundamental dan satuan pemerintahan terkecil dalam lingkup NKRI," kata LaNyalla saat menghadiri penandatanganan MoU dan launching program Desa Emas bersama Satmakura di MS Town Beach, Pantai Mutun, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Sabtu (4/9).

LaNyalla menyampaikan, UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan perspektif dan konsep baru dalam pembangunan desa.

BACA JUGA: Ketua DPD Apresiasi Alih Fungsi Asrama Haji Lampung Jadi RS Rujukan Covid-19

Desa kini bukan lagi objek pembangunan, yang hidupnya tergantung dari stimulus pusat.

Sekarang desa telah bertransformasi sebagai subjek pembangunan.

BACA JUGA: Ketua DPD Berharap BLT UMKM Tetap Dilanjutkan Tahun Depan

"Desa kita sekarang sudah menjadi unit pemerintahan yang menggerakkan kehidupan sosial ekonomi masyarakat, peran tersebut dikenal dengan istilah membangun desa dan desa membangun," ujar LaNyalla.

LaNyalla mengatakan, Indonesia memiliki luas wilayah dengan geografis dan penduduk yang banyak seperti Tiongkok.

Bedanya, Tiongkok saat ini lebih baik dalam segala bidang.

Dia mendorong Indonesia perlu belajar dengan cara Tiongkok memajukan bangsanya.

"Salah satu strateginya adalah menciptakan lapangan kerja secara masif, mulai dengan membangun desa lewat pertanian. Karena sektor pertanian tidak membutuhkan syarat SDM dan skill yang harus tinggi," kata LaNyalla lagi.

LaNyalla berharap, terkait program Desa Emas, perlunya mengedepankan semangat untuk menjadikan peradaban desa yang tangguh, mandiri, bermartabat dan sejahtera.

Sekaligus membawa dampak terhadap strategi pembangunan bangsa dengan berlandaskan bina karakter, bina persaudaraan, bina sinergi, bina dana, bina pasar serta produk unggulan.

"Konsep gerakan Desa Emas sudah dikembangkan di berbagai desa di tanah air, yaitu beberapa potensi desa dapat dioptimalkan dengan pendirian berbagai bidang usaha," jelasnya.

Mantan Ketua Umum PSSI itu mencontohkan Desa Eretan Kulon, Indramayu, yang berhasil menggali potensinya.

Desa tersebut telah menghasilkan Rp 1 miliar per hari dari 7 unit usaha yang ada.

"Mereka menghimpun kekuatan desa melalui program patriot desa yang melakukan aktivitas potensial, seperti pelatihan dan pembekalan skill warga desa untuk mewujudkan desa berdikari," paparnya. (mar1/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:

BACA ARTIKEL LAINNYA... Ketua DPD RI Puji PKL Surabaya sebagai Duta Penerapan Prokes di Lapangan


Redaktur & Reporter : Sutresno Wahyudi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler