Lapas Overkapasitas di Jambi, Yasonna Bilang Begini

Minggu, 22 Oktober 2017 – 03:59 WIB
Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Yasonna Laoly, (kiri) saat melakukan kunjungan kerja di Jambi. Foto: jambiekspres

jpnn.com, JAMBI - Sejumlah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Provinsi Jambi mengalami overkapasitas.

Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Yasonna Laoly, juga sudah mengetahui kondisi tersebut.

BACA JUGA: Penyeludupan 38.325 Bibit Lobster Digagalkan di Jambi

Namun, Yasonna mengatakan belum bisa memastikan pembanguan lapas baru di Jambi pada tahun 2018 mendatang.

Lanjutnya, Dia telah mendengar Pemerintah Provinsi Jambi akan menghibahkan lahan seluas 7 Ha untuk pembangunan lapas baru.

BACA JUGA: Top, Hakim Vonis Mati Kurir Narkoba Ini

Dia mengaku sangat berterimaksih dengan antusiasme Pemerintah Provinsi Jambi.

Keterbatasan jumlah anggaran di APBN membuat tidak bisa memenuhi pembangunan lapas di Indonesia termasuk Jambi.

BACA JUGA: Yasonna Tegaskan Perppu Ormas demi Jaga Kedaulatan Negara

Pemberian lahan Pemprov Jambi untuk pembangunan lapas Jambi akan dilakukan pengkajian dalam waktu dekat.

“Secara bertahap akan dilakukan penataan kembali, melebihi kapasitas," katanya.

Menurutnya, Untuk pembangunan lapas membutuhkan anggaran yang besar. Apalagi di Jambi overkapasitas sudah mencapai 500 persen. Namun kementerian tidak bisa berbuat banyak. Dia mengakui kini masih melakukan perhitungan kembali.

Overkapasitas tersebut, dijelaskan Yassona, dikarenakan kejahatan narkoba yang meningkat setiap tahunnya. Untuk Jambi narapidana narkoba mencapai 60 persen lebih dari total narapida yang berada di dalam lapas.

Narkoba menjadi momok yang menakutkan bagi bangsa dan negara. Dia mengatakan kini di Nusa Kambangan Kemenkumham tengah membangun Lapas khusus narkoba, dengan pengamanan yang ketat. Lapas narkoba tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dekat.

“Kalau sudah selesai nara pidana yang merupakan Bandar narkoba, akan kita pindah kesana,” katanya.

Kemudian terkait maraknya peredaran narkoba di Lapas, yassona mengatakan, salah satunya akibat narapidana yang berada di dalam selain Bandar dan pengedar mereka juga memakai narkoba.

Secara otomatis, Sambung Yassona, mereka akan mengupayakan bagai mana merek bisa mendapatkan narkoba. Seperti melalui kunjungan keluarga dan terkadang melibatkan petugas.

Untuk menindak lanjuti ini, Yassona mengungkapkan meminta Kakanwil secara rutin melakukan razia dan pemeriksaan. Bukan hanya itu saja dalam waktu dekat seluruh lapas juga akan dilengkapi dengan alat pendeteksi narkoba.

“Mau dikemas seperti apapun akan ketahuan,” ungkap Yasona.

Sedangkan untuk petugas yang terlibat, Dia menegaskan kan melakukan tindakan secara tegas.

Selain itu, pihaknya akan bekerja sama dengan BNN untuk membersihkan narkoba yang beredar di dalam Lapas.

“Untuk 100 persen memang sulit tapi kan kita upayakan,” katanya.

Terakhir Yasonna mengucapkan terimaksih atas kerjasama dan koordinasi yang terjalin di Provinsi Jambi dalam kesigapan penanganan kerusuhan dan banjir di lapas Kelas IIA Jambi beberapa waktu lalu.

Gubernur Jambi, Zumi Zola, mengatakan kedatangan Menteri Hukum dan HAM menambag semangat bagi Pemerintah Provinsi Jambi, yang selama ini terus menjaga koordinasi dengan Kanwil Hukum dan HAM Jambi dalam berbagai kondisi yang diperlukan secara bersama.

"Pemerintah Provinsi Jambi membantu apa saja yang dibutuhkan dan bisa dibantu oleh Pemerintah Provinsi Jambi kepada Kanwil Hukum dan HAM Provinsi Jambi," katanya .

Di hadapan Menteri Hukum dan HAM Zola mengatkan pembenahan lembaga pemasyarakatan Kota Jambi adalah kebutuhan akan aula lapas, yang pada tahun 2018 direncanakan pembangunannya.

Kebutuhan air bersih menjadi hal sensitif untuk segera diatasi, dengan demikian Pemerintah Provinsi Jambi memberi perhatian dengan membuat satu sumur bor bagi warga lapas.

"Bangun satu sumur bor, kami siap bangun lagi jika diperlukan," lanjut Zola.

Terkait dengan over kapasitasnya lapas Jambi Zola mengatakan siap memberikan lahan 7 tujuh hektar di dekat Sekolah Polisi negara (SPN) Jambi untuk pembangunan lapas baru. "Lokasi berseberangan (dekat) dengan sekolah kepolisian," pungkasnya. (nur)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gara-Gara Ponsel, Nyawa Basit Dihabisi Pulang dari Diskotik


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler