Laporkan Penipuan, Malah Jadi Korban Bom di Polrestabes

Rabu, 16 Mei 2018 – 23:06 WIB
Densus 88 dan Pasukan Gegana Brimob Polda Jatim menggeledah rumah pelaku pengeboman di pintu masuk Mapolrestabes Surabaya. Foto: Zaimarmies/JAWA POS

jpnn.com, SURABAYA - Elly Hamidah menjadi salah satunya korban bom di depan Polrestabes Surabaya. Dia terluka akibat bom bunuh diri tersebut.

Warga Kelurahan Tembok Dukuh, Bubutan, tersebut merupakan salah satu saksi ledakan di gerbang Polrestabes Surabaya Senin (14/5). Tangan kirinya terluka. 

BACA JUGA: Ini Imbauan Menag untuk Para Pendakwah      

Meski divonis ringan, perempuan berusia 55 tahun tersebut menyatakan trauma hingga kini. Dia sering ketakutan saat ingat ledakan bom. 

Badannya gemetar dan panas. Kepalanya pusing mengingat kejadian yang turut melukai anggota Polrestabes Surabaya tersebut.

BACA JUGA: Bom Guncang Surabaya, Laga Persebaya vs Persib Ditunda

''Ingat ledakan, biasanya saya langsung panggil anak,'' ungkap Hamidah yang akrab disapa Ida.

Saat bom meledak sekitar pukul 09.00, perempuan dua anak itu memang tengah berada di lokasi.

BACA JUGA: Densus 88 Gelandang Pria Beruban

Dia datang ke markas polisi tersebut untuk melaporkan penipuan ratusan juta rupiah bermodus investasi bodong.

Setelah memarkir kendaraannya, dia berjalan kaki masuk ke gedung. Ketika berada sekitar 15 meter dari gerbang, bom meledak. Duar! Ida kaget. 

Perempuan itu langsung berlari ke dalam gedung. Pendengarannya terganggu. Saat itu dia terus berdoa. Tetesan darah di tangannya membuatnya semakin ketakutan.

''Saya lihat ada anak kecil sempoyongan. Pengin lari menolong, tetapi dicegah polisi,'' ungkapnya. 

Belakangan anak tersebut diketahui sebagai buah hati terduga teroris. Dia diselamatkan polisi. 

''Usai kejadian, saya sebenarnya sempat ditawari petugas mau dibawa ke rumah sakit. Saya menolaknya,'' kata Ida. 

Dia tidak mau berada satu kendaraan dengan korban lain yang tubuhnya berdarah-darah. Ida takut.

Sebagai gantinya, dia memilih lari ke klinik terdekat. Ida diobati di klinik yang tidak jauh dari markas kepolisian. Karena terus-menerus panik, petugas kesehatan berusaha menenangkannya. 

Saat di klinik itu, dia menelepon anaknya. ''Anak saya langsung merangkul dan menangis saat ketemu,'' kata Ida.

Saat dikonfirmasi, Lurah Tembok Dukuh M. Imron membenarkan bahwa ada warganya yang jadi korban bom. 

Lelaki itu sudah menyambanginya. Dia turut prihatin. Menurut pria asal Pasuruan tersebut, bom tidak hanya membuat korban gelisah. Keluarganya ikut resah.

Salah satunya kakak Ida, Alimah. Dia sempat mengadu ke kelurahan terkait kekhawatirannya. Alima terus menangisi saudaranya meski selamat dari ancaman teroris. 

Dia khawatir adiknya terguncang. ''Kelurahan terus mendampingi,'' papar Imron. (*/c15/any/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bom di Mapolrestabes Surabaya: 10 Orang Terluka, 4 Polisi


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler