Layani Syahwat Om Rentenir demi Tebus Sertifikat

Selasa, 05 Februari 2019 – 07:57 WIB
Ilustrasi: Fajar Krisna/Radar Surabaya

jpnn.com, SURABAYA - Bayangan tentang solusi atas permasalahan setelah menikah ternyata hanya menjadi angan-angan perempuan Surabaya ini. Karin -panggil saja begitu- awalnya menganggap pernikahan ibarat pegadaian yang bisa mengatasi masalah tanpa masalah.

Faktanya, menikah justru menambah masalah bagi Karin. Apes, Karin menjadi istri Donwori -bukan nama sebenarnya- yang pelit.

BACA JUGA: Awalnya Istri Terima Apa Adanya, Lama-Lama Tidak Tahan Juga

Karin mafhum banget bahwa Donwori punya gaji besar. Namun, Donwori pelit banget.

Sifat kikir Donwori itu pula yang membuat Karin harus membuang jauh-jauh keinginannya memboyong ibu kandungnya untuk tinggal bareng. Sebab, Donwori tak mau pengeluarannya bertambah gara-gara membiayai orang tua istrinya.

BACA JUGA: Curigai Suami Suka Wong Lanang karena Minta Jalur Belakang

"Dia takut kalau orang tua nimbrung pengeluaran bisa bengkak. Lha kok kebacut," ujar Karin di Pengadilan Agama (PA) Kelas IA Surabaya, awal pekan lalu.

Padahal, Karin pengin berbakti kepada ibunya. Karin tak mau orang tuanya satu-satunya itu tak terurus.

BACA JUGA: Tuduh Anak Sendiri Haram Jadah akibat Mantan Pacar Istri Berulah

Selama ini, Karin pula yang menopang kehidupan ibunya. Adapun Donwori yang untuk istri saja pelit, tentu ogah membiayai mertua.

Kondisi itu membuat Karin memutar otak untuk mencari penghasilan tambahan. Solusinya adalah merintis usaha bareng kenalannya.

Namun, dia butuh modal. Hal itu membuat Karin menyerahkan sertifikat tanah milik Donwori kepada rentenir demi memperoleh pinjaman modal.

Tentu saja urusan Karin dengan rentenir itu tanpa sepengetahuan Donwori. Untungnya, usaha yang dirintis Karin berjalan dan mendatangkan laba.

"Ya ada untung sedikit, terapi rasanya belum balik modal. Jalannya pelan-pelan," ujarnya.

Tapi keberuntungan tak selamanya berpihak ke Karin. Tiba-tiba Donwori mencari sertifikat rumahnya yang sedang dijaminkan Karin kepada rentenir.

Sontak Karin pun kelabakan. Dia tak punya uang untuk menebus sertifikat rumah yang dijaminkan.

Tetapi jika sertifikat itu tak ditebus, Karin khawatir bakal diceraikan. Pikirannya jadi kalut.

Tetapi rentenir yang jadi pemodal Karin ternyata bukan hanya pemakan riba. Sebab, rentenir yang sudah tergolong om-om itu juga mau menikmati tubuh Karin.

Rentenir itu akan menghapus seluruh piutangnya di Karin. Syaratnya, Karin harus mau melayaninya di ranjang.

Anehnya, Karin mau saja menuruti permintaan rentenir itu. Alasannya demi mempertahankan keutuhan rumah tangganya.

Apesnya, perbuatan Karin yang mau melayani om-om langsung ketahuan Donwori. Sontak Donwori langsung menjatuhkan talak.

"Padahal sumpah, hanya sekali itu saja aku tidur sama pria lain. Ya gara-gara sertifikat itu," katanya. 

Kini proses perceraian sudah bergulir. Karin yang sudah bertahun-tahun berumah tangga bakal menjanda tanpa memperoleh apa-apa dari suaminya, selain stigma buruk soal kelakuannya.(sb/is/jay/JPR)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bakal Menjanda Lagi Gara-gara Menikahi Jejaka Loyo di Ranjang


Redaktur & Reporter : Antoni

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Donwori  

Terpopuler