Lebih Sejahtera dan Disegani dengan Poros Maritim Dunia

Kamis, 03 Juli 2014 – 15:42 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Ide yang dilontarkan calon presiden (capres) Joko Widodo untuk membentuk poros maritim dunia diyakini bakal ampuh untuk mendongkrak kesejahteraan rakyat sekaligus menjadikan posisi Indonesia di dunia internasional kian disegani. Bahkan, kini ide pembentukan poros maritim dunia itu sudah ramai didiskusikan para pemerhati di dalam maupun luar negeri.  

“Doktrin Indonesia menjadi poros maritim dunia sudah mendapat perhatian luas tidak hanya dari para akademisi, namun juga representasi masyarakat Indonesia di luar negeri,” kata anggota Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Arif Budimanta di Jakarta Kamis (3/7).

BACA JUGA: Dahlan Iskan Instruksikan BUMN Lakukan Hedging

Menurutnya, dengan doktrin poros maritim dunia maka laut menjadi halaman depan. “Pembudidayaan laut sebagai simbol kemajuan peradaban masa depan Indonesia, itu akan menjadikan Indonesia memiliki potensi kuat untuk mengejar ketertinggalannya dan hidup sejahtera dengan seluruh kekuatan lautnya," ujar anggota Komisi Keuangan dan Perbankan DPR RI itu.

Lebih lanjut Arif mengatakan, ide tentang poros maritim dunia itu berangkat dari pemahaman terhadap geostrategis Indonesia yang mayoritas wilayahnya didominasi lautan dan berada di alur laut pelayaran dunia yang sangat strategis. Sayangnya, kata Arief, selama ini potensi itu belum dimanfaatkan secara maksimal.

BACA JUGA: 2014, PGN Kebut Percepat Konvensi BBM ke Gas

Arif menambahkan, gagasan menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia itu akan dituangkan dalam konsep 'Restorasi Maritim Indonesia'. Isinya adalah mengatasi pasar gelap tuna dan pemanfaatan zona ekonomi eksklusif (ZEE), memberantas illegal fishing, ekspansi budidaya laut, serta pengembangan padat karya di sektor maritim.

Merujuk pada data Kementerian Kelautan dan Perikanan tahun 2011, Arif mengatakan bahwa potensi pendapatan sektor perikanan laut mencapai  Rp 65 triliun. Sementara data audit BPK 2012 menemukan potensi dari kelautan bisa mencapai Rp 365 triliun bila illegal fishing dihilangkan.

BACA JUGA: PGN Terus Percepat Konversi BBM ke Gas

Untuk mengatasi pasar gelap dan pemanfaatan ZEE, kata Arief, Jokowi akan mendorong pembangunan industri pengolahan ikan di wilayah penangkapan ikan. Sedangkan untuk meningkatkan produksi ikan menjadi 1,5 juta ton per tahun, maka jumlah armada tangkap ikan harus ditambah.

“Pasar ikan modern juga perlu dibangun di berbagai tempat. Dengan menambah armada tangkap dan budidaya kelautan, dihitung bisa menyerap 6,7 juta tenaga kerja baru, atau menambah 5,6 juta tenaga kerja sektor itu yang sudah ada saat ini,” pungkasnya.(ara/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kemendag Izinkan Impor 328 Ribu Ton Gula


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler