Ledia PKS Ingatkan Pemerintah, Vaksin Covid-19 Jangan Dijadikan Lahan Bisnis

Senin, 07 Desember 2020 – 13:37 WIB
Anggota DPR RI Ledia Hanifa. Foto: tangkapan layar/Mesya

jpnn.com, JAKARTA - Anggota DPR Fraksi PKS Ledia Hanifa Amaliah memberikan catatan terkait pemerintah yang mendatangkan 1,2 juta dosis vaksin Covid-19 yang dikembangkan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac, Minggu (6/12) malam.

Informasi kedatangan vaksin yang dibawa dari Tiongkok ke tanah air menggunakan pesawat Garuda Indonesia dan tiba Minggu (6/12) malam itu dilakukan secara terbuka, dan disiarkan live streaming sehingga bisa disaksikan ratusan ribu masyarakat Indonesia.

BACA JUGA: Bagaimana Kondisi Vaksin Corona yang Datang Malam Tadi, Ke Mana Distribusinya?

Ledia berharap informasi kedatangan vaksin itu tidak seopotong-sepotong, tetapi komprehensif.

"Kami juga mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan vaksin sebagai lahan bisnis," kata Ledia dalam Rapat Paripurna DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (7/12).

BACA JUGA: Simak Kata Jokowi soal 1,2 Juta Dosis Vaksin Covid-19 yang Baru Datang dari China

Ledia berharap informasi kedatangan vaksin itu diikuti dengan info hasil uji klinis tahap tiga, dan tentang izin edar dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) setelah prasyarat ketat emergency use authorization apakah sudah terpenuhi atau belum.

"Begitu juga dengan sertifikat halalnya," katanya.

BACA JUGA: Vaksin Covid-19 Langsung Disimpan di Bio Farma Bandung

Legislator Daerah Pemilihan (Dapil) I Jawa Barat (Kota Bandung dan Kota Cimahi) itu menambahkan semangat dan optimisme perang melawan pandemi Covid-19 ini memang perlu digaungkan.

"Namun, agar keselamatan rakyat juga menjadi hal yang utama agar informasi yang disampaikan komprehensif jelas dan valid," kata Ledia.

Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar yang memimpin rapat paripurna mengatakan bahwa apa yang disampaikan menjadi catatan penting bagi DPR dan pemerintah. (boy/jpnn)

Jangan Lewatkan Video Terbaru:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler