Legislator PDIP Minta Publik Tidak Panik Menyikapi Hepatitis Akut 

Kamis, 05 Mei 2022 – 21:48 WIB
Anggota Komisi IX DPR FPDIP Rahmad Handoyo. Foto : Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo meminta semua pihak tidak perlu khawatir berlebihan menyikapi kemunculan hepatitis akut misterius di Indonesia. 

"Ya, kita enggak perlu panik terhadap situasi dan kondisi kekinian penyakit yang baru ini, ya," kata Rahmad melalui layanan pesan, Kamis (5/5). 

BACA JUGA: Mewaspadai Penularan Hepatitis Akut, Anak-Anak Harus Mengonsumi Makanan Bersih dan Sehat

Legislator Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) itu mengatakan bahwa unsur edukasi perlu ditekankan menyusul temuan hepatitis akut tersebut.

Semisal, pemerintah bisa mengajak rakyat menetapkan pola hidup sehat hingga konsisten menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas. 

BACA JUGA: Penjelasan Kemenkes soal Status 4 Anak Terkait Hepatitis Akut Misterius

"Kalau edukasi dan sosialisasi sudah menjadi bagian keseharian, apa pun penyakitnya, semua bisa meminimalkan (potensi terjangkiti, red). Jadi, itu saya kira yang harus diperhatikan," lanjut Rahmad. 

Di sisi lain, ujarnya, pemerintah perlu berkoordinasi dengan WHO dan negara tetangga menyusul temuan hepatitis akut. Pemerintah perlu memastikan penyakit tersebut tidak meluas di tanah air. 

BACA JUGA: Soal Hepatitis Akut Misterius, Roy Suryo Berkomentar Begini, Tegas

"Jadi, perlu tahu bagaimana mengantisipasi, bagaimana melawannya, karena ini masih belum jelas penyakitnya itu dari sisi bagaimana pengobatannya," ungkap Rahmad. 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menindaklanjuti kasus hepatitis akut misterius yang mengakibatkan tiga anak meninggal dunia.

Tiga pasien anak tersebut dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo dan diduga mengidap hepatitis akut yang belum diketahui etiologinya.

Untuk itu, Kemenkes dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta melakukan investigasi kontak untuk mengetahui faktor risiko terhadap tiga kasus tersebut.

“Berdasarkan hasil investigasi kontak terhadap kasus yang meninggal dunia, ketiganya datang ke fasilitas kesehatan pada kondisi stadium lanjut sehingga hanya memberikan sedikit waktu bagi tenaga kesehatan untuk melakukan tindakan pertolongan," kata Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi pada konferensi pers, Kamis (5/5). 

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan telah meningkatkan kewaspadaan dalam dua pekan terakhir, setelah Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) menyatakan kejadian luar biasa (KLB) pada kasus hepatitis akut yang menyerang anak-anak di Eropa, Amerika, dan Asia. (ast/jpnn)

 

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : M. Kusdharmadi
Reporter : Aristo Setiawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler