Legislator PKS Tanggapi Pernyataan Menko Perekonomian Soal Ini, Keras

Senin, 22 Agustus 2022 – 09:11 WIB
Anggota DPR RI Komisi IV Andi Akmal Pasluddin. Foto: Humas FPKS DPR

jpnn.com - Pernyataan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang menyatakan harga komoditas pangan di pasar saat ini sudah relative stabil mendapat tanggapan keras dari anggota DPR RI Komisi IV Andi Akmal Pasluddin.

Akmal mengatakan ada yang tidak pas pernyataan ini yang membuat ia khawatir jika negara dianggap baik-baik saja. Padahal masih sangat mengkhawatirkan pada persoalan pangan dan energi.

BACA JUGA: Sajian Makanan Olahan Sagu Pecahkan Rekor Muri, NFA Dorong Pangan Lokal Gantikan Gandum

“Bagaimana pangan stabil ini? Saya khawatir pemerintah terlena dengan kondisi yang dikatakan stabil padahal masih karut-marut,” ujar Akmal pada Senin (22/8).

Menurut Akmal, kondisi harga-harga baik pangan maupun energi termasuk BBM dan gas, sudah melampaui batas nalar.

BACA JUGA: Menjelang Iduladha NFA Pastikan Pasokan Pangan Aman, Harga Stabil

Memang kondisi krisis global menghantui di berbagai bidang politik, ekonomi, energi hingga lingkungan.

“Namun, saya melihat pemerintah tidak siap menghadapi ini semua,” kata Akmal.

BACA JUGA: Pengamat Berharap Cak Imin Membangun Sistem Pangan Nasional

Legislator PKS asal Dapil Sulawesi Selatan II ini menjabarkan, bahwa apa yang dikatakan Menko Perekonomian ini salah besar kalau pangan sudah stabil.

Per hari ini saja, menurut Akmal, berdasarkan keterangan yang ia dapatkan, harga telur dan daging ayam ras masih terus mengalami reli kenaikan di rata-rata seluruh pasar tradisional Indonesia.

Akmal menerangkan kembali info yang ia dapatkan, bahwa Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN) pada Jumat (19/8/2022) menunjukkan kenaikan harga telur naik 0,83 persen dibanding hari sebelumnya.  Daging ayam naik 0,58 persen jadi Rp34.650 per Kg.

Harga cabai pun kembali naik tipis seperti cabai merah besar naik 0,47 persen dibanding kemarin jadi Rp 63.750 per kg, cabai rawit merah naik 0,15 persen jadi Rp 66.350 per Kg, cabai merah keriting harganya tetap di Rp 63.200 per Kg, dan cabai rawit hijau turun 0,47 persen jadi Rp 52.750 per kg.

Akmal meningatkan jangan sampai pemerintah terlena dengan pernyataan-pernyataannya. Kondisi pangan kita masih tidak stabil.

Dia menyebut biaya logistik akibat kenaikan BBM menjadi unsur besar naiknya harga pangan yang jauh dari lokasi produksi pertanian pangan, termasuk perikanan.

“Sudah dapat terlihat jelas di lapangan, jika pemerintah bekerja optimal membaikkan kondisi tata niaga pangan, tanpa mesti diekspose, masyarakat sendiri dapat menilai baik buruknya kinerja pemerintah,” ujar Andi Akmal Pasluddin.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler