Lestari: Kemerdekaan Harus Diisi dengan Implementasi Nilai Kebangsaan Demi Kesejahteraan Bersama

Rabu, 18 Agustus 2021 – 20:37 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Tantangan Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (18/8). Foto: humas MPR

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan bangsa yang merdeka harus mampu bekerja dan berpikir progresif, berpijak di atas pondasi kebangsaan serta mengimplementasikan nilai-nilai berbangsa dan bernegara untuk kesejahteraan bersama.

Hal itu disampaikan Lestari Moerdijat saat membuka diskusi daring bertema Tantangan Kebangsaan 76 Tahun Indonesia Merdeka yang digelar Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (18/8).

BACA JUGA: Lestari Moerdijat: UUD 1945 Refleksi Bernegara Bangsa Indonesia

"Kemerdekaan menuntut tanggung jawab untuk meneruskan cita-cita para pendiri bangsa melalui implementasi kemanusiaan, persatuan, musyarawah, keadilan sosial dan kesejahteraan masyarakat," kata Lestari.

Pada diskusi yang dimoderatori Luthfi Assyaukanie, tenaga ahli Wakil Ketua MPR RI itu, hadir sejumlah pembicara. Antara lain Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia Prof Komaruddin Hidayat, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Prof Tjandra Yoga Aditama.

BACA JUGA: Ini Uang Palsu yang Disita dari Mbah Jamrong, AD Siap-siap Saja

Kemudian, Guru Besar Manajemen FEB Universitas Airlangga Munir Sukoco, Pengamat Pertahanan Keamanan Connie Rahakundini Bakrie, Staf Khusus Wakil Ketua MPR RI/Pakar Hukum Tata Negara Atang Irawan hingga Ketua DPP Partai NasDem Suyoto sebagai penanggap.

Menurut Lestari, mengisi kemerdekaan tak cukup dengan seremoni peringatan, tetapi perlu pemaknaan secara menyeluruh dan khidmat melalui kontemplasi akan perjalanan bangsa dengan segala pencapaian dan tantangan yang ada.

BACA JUGA: Info Penting dari BKN, Peserta Seleksi CPNS 2021 dan PPPK Wajib Tahu

Dia mengatakan disrupsi dan pandemi saat ini mewarnai perjalanan bangsa dalam mengisi kemerdekaan. Sehingga, pekerjaan rumah saat ini adalah bagaimana bangsa ini bisa survive mengatasi sejumlah tantangan yang saat ini ada di depan mata.

Sementara itu, Ketua Kopri PB PMII Maya Mauizatil Lutfillah mengatakan kemerdekaan bisa dimaknai antara lain sebagai kebebasan, kedaulatan, kemandirian, edukasi dan sumber hukum.

Sejumlah makna tersebut bisa menjadi stimulus terbentuknya sejumlah instrumen untuk mengisi kemerdekaan. Sebagai contoh, makna di sektor edukasi dari kemerdekaan menghasilkan organisasi pelajar yang mampu berperan aktif dalam merebut kemerdekaan.

Prof Komaruddin Hidayat dalam paparannya menyampaikan bahwa Indonesia relatif lebih baik ketimbang Afganistan yang setelah ditinggal Amerika Serikat terancam perpecahan antarsuku yang ada.

Dia menyebut Indonesia yang juga terdiri berbagai suku terbukti mampu bersatu dalam bentuk negara kesatuan. Dengan berdirinya Republik Indonesia, tambah Komaruddin, bangsa ini bisa sejahtera dan maju untuk menjawab beban bersama dalam mengisi kemerdekaan. (*/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler