Lestarikan Ekosistem Laut, Pupuk Kaltim Gandeng Yayasan Puri Kauhan Ubud Gelar Ghurnita Samudra Murti

Minggu, 13 November 2022 – 16:46 WIB
PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bekerja sama dengan Yayasan Puri Kauhan Ubud menggelar Pertunjukan Orkestra Semesta bertajuk Ghurnita Samudra Murti. Foto dok PKT

jpnn.com, KALIMANTAN TIMUR - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bekerja sama dengan Yayasan Puri Kauhan Ubud menggelar Pertunjukan Orkestra Semesta bertajuk Ghurnita Samudra Murti.

Pertunjukan seni yang menampilkan pesan peruwatan kesadaran untuk menjaga kesucian air dan laut ini menghadirkan kolaborasi antara Gamelan Yugananda, Bumi Bajra, Ayu Laksmi, Alien Child, dan Wayang Sunar di Halaman Pura Dalem Ketewel, pada Sabtu (12/11).

BACA JUGA: HUT ke-45 Tahun, Pupuk Kaltim Gelar Festival Pangan Lokal 2022

Pentas ini mengambil inspirasi dari mitologi Nangluk Merana dengan memberi pesan bahwa laut adalah sumber kehidupan bagi seluruh masyarakat, bukan saja nelayan dilihat dari laut yang menyediakan sumber ekonomi, pangan, dan juga peran penting terhadap ketahanan iklim.

"Dukungan Pupuk Kaltim ini sebagai gerakan budaya untuk melestarikan lingkungan utamanya air sebagai sumber kehidupan karena apabila air tidak dijaga maka kelangsungan kehidupan juga terancam. Dengan gerakan budaya untuk mendukung lingkungan ini perlu dikuatkan dan diadakan di banyak tempat," ujar Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi.

BACA JUGA: LPEI Hadirkan 10 Mitra Binaan Unggulan di Pertemuan G-20

Kegiatan ini merupakan langkah aktif Pupuk Kaltim sebagai BUMN yang harus memberikan kontribusi positif kepada negara.

Rahmad berpendapat menjaga lingkungan merupakan kewajiban bersama dan komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip industri hijau berbasis environment, social and governance (ESG) secara berkesinambungan.

BACA JUGA: Wujudkan SDM Unggul, Program Vokasi Pupuk Kaltim Luluskan 49 Peserta

“Melestarikan air ini sama dengan melestarikan kehidupan. Melalui penampilan tadi, seluruh generasi utamanya generasi muda dapat diajari untuk melindungi lingkungan. Fungsi gunung, air sungai dan laut dapat dipahami dengan seksama,” terangnya.

Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud Ari Dwipayana mengungkapkan pentingnya menjaga kelesetarian ekosistem laut agar laut memberikan manfaat dan sumber kehidupan masyarakat.

Ekosistem laut seperti pantai yang tidak dijaga, bahkan praktik pembabatan hutan mangrove hanya demi pembangunan tempat untuk menikmati sunset atau sunrise dapat membuat laut menjadi sumber bencana bagi masyarakat.

"Kami memantapkan diri, dan mengajak semua pihak untuk menjaga air dari hulu ke hilir yang merupakan warisan dari leluhur kita. Kerusakan satu sisi saja akan berdampak pada sisi yang lain baik itu di hulu, tengah atau hilir,” terang Ari.(chi/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Santri, Pengurus Ponpes dan Kiai se-Cilacap Dukungan Ganjar Jadi Presiden


Redaktur & Reporter : Yessy Artada

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler