Letjen Doni Monardo: Ini Nyata, Bukan Rekayasa dan Konspirasi

Selasa, 22 September 2020 – 14:09 WIB
Kepala BNPB Doni Monardo yang juga Ketua Satgas Penanganan Covid-19. Foto: arsip JPNN.COM/Ricardo

jpnn.com, JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang juga Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal (Letjen) TNI Doni Monardo mengatakan bahwa corona adalah hal nyata dan fakta, bukan rekayasa maupun konspirasi.

Menurut Doni, pihaknya terus berupaya menyadarkan masyarakat baik secara pribadi maupun kolektif bahwa Covid-19 ini nyata, sudah jutaan orang terpapar, bahkan yang wafat sudah mendekati angka satu juta jiwa di seluruh dunia.

BACA JUGA: Catat, Kekhawatiran Anak Buah Doni Monardo soal PKPU Pilkada di Masa Pandemi

"Di tanah air sudah mendekati 10 ribu orang (yang wafat), dan yang terpapar sudah lebih 230 ribu," kata Doni saat rapat kerja dengan Komisi VIII DPR, Selasa (22/9).

Doni menegaskan Satgas Covid-19 terus berupaya penerapan protokol kesehatan benar-benar bisa turun sampai tingkat RT, maupun RW.

BACA JUGA: Doni Monardo Sebut Masih Ada yang Merasa Tidak Bakal Kena Covid-19

Karena itu, katanya, Satgas Penanganan Covid-19 sudah membentuk Satgas Relawan Perubahan Perilaku di tingkat desa, RT, dan RW.

Tim ini beranggotakan 100 perwakilan masyarakat yang dipilih oleh kelurahan dengan metode padat karya.

BACA JUGA: Melihat Tata Cara Pemakaman Jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon

Ia menjelaskan, mereka ikut membantu TNI, Polri, dan pemerintah daerah mengingatkan masyarakat.

Menurut Doni, untuk langkah awal dan uji coba, pembentukannya baru dilakukan di lima kelurahan di DKI Jakarta.

Bila berhasil, lanjut Doni, akan dikembangkan ke daerah-daerah lainnya di Indonesia.

Doni mengungkap salah satu alasan pembentukan tim ini menjadi program Satgas Penanganan Covid-19 adalah karena masih banyak masyarakat yang merasa tidak akan terpapar virus corona.

"Karena data yang dikumpulkan Tim Bidang Perubahan Perilaku (Satgas Penanganan Covid-19) melalui survei Balitbangkes Kementerian Kesehatan, masih terdapat masyarakat yang merasa tidak akan terpapar Covid-19," kata Doni.

Mantan Komandan Pasukan Pengamanan Presiden (Danpaspampres) itu mengatakan persentase masyarakat yang merasa tidak akan terpapar Covid-19 juga begitu tinggi.

"Ini menjadi hal yang cukup repot karena jumlah persentase masyarakat yang merasa tidak terpapar Covid-19 masih tinggi," ujar mantan Danjen Kopassus TNI AD itu.

Sisi lain, Doni mengatakan tidak mungkin hanya pemerintah saja yang diberikan tanggung jawab untuk mengingatkan masyarakat.

Namun, ujar Doni, seluruh komponen bangsa harus selalu bersatu padu.

"Kita tidak bisa mengurus diri kita tanpa mengurusi orang di sekitar kita karena corona dibawa bukan oleh hewan, tetapi oleh manusia," kata Doni.

Dia berharap pengetahuan dan pemahaman tentang Covid-19 makin meluas di seluruh wilayah Indonesia.

Menurutnya, ketika hanya satu dua orang saja yang sadar, sementara yang lainnya tidak, maka akan terjadi transmisi atau penularan Covid-19.

Karena itu, kata Doni, penegakan disiplin, dan hukum, menjadi penting. Termasuklah upaya kesadaran kolektif, disiplin pribadi dan bersama untuk saling melindungi dari penularan Covid-19.

"Untuk mencegah, kita harus juga menganggap orang-orang yang tidak kita kenal, bahkan orang yang kita kenal sekalipun bisa mengancam diri kita. Bahkan, diri kita pun bisa mengancam orang di sekitar kita," paparnya. (boy/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler