Lewat Better Life Farming, Kementan-PT Bayer Bantu Kesejahteraan Petani

Kamis, 10 Desember 2020 – 22:57 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo pada acara peluncuran program Better LIfe Farming dilakukan dalam kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) yang dilakukan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) secara live streaming, Kamis (10/12/2020). Foto: Humas Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Peningkatan kesejahteraan petani menjadi salah satu fokus yang dilakukan Kementerian Pertanian. Salah satu upaya yang ditempuh Kementerian Pertanian adalah meluncurkan Better Life Farming bersama PT Bayer.

Launching program Better LIfe Farming dilakukan dalam kegiatan Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) yang dilakukan Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) secara live streaming, Kamis (10/12/2020).

BACA JUGA: Kementan Salurkan 73 Paket IT ke BPP Banten

Kegiatan yang dipandu Sekretaris BPPSDMP Siti Munifah, menghadirkan Mentan Syahrul Yasin Limpo, Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi, Country Commercial Lead Crop Science Bayer Indonesia & Malaysia Patrick Gerlich, dan Head of Communications, Public Affairs, Science and Sustainability PT Bayer Indonesia Laksmi Prasvita.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan apresiasi kepada Bayer Indonesia dan Mercy Corps Indonesia yang telah mendukung Kementrian Pertanian mewujudkan kesejahteraan petani Indonesia dengan program Better Life Farming.

BACA JUGA: Kesuksesan Mentan SYL Pimpin Kementan Diganjar Sederet Penghargaan

"Kita beri apresiasi kepada Bayer dan Mercy Corps Indonesia dan upaya-upaya pemberdayaan 4 juta petani hingga tahun 2030. Ini adalah bentuk konkrit dalam rangka menghidupkan pertanian yang harus lebih baik di masa depan. Tentu saja hal ini akan terkait dengan petani milenial, bahkan dalam mewujudkan korporasi petani yang menjadi program utama Kementrian Pertanian di masa yang akan datang. Saya yakin 4 juta itu akan punya arti bagi hadirnya pertanian yang makin maju, mandiri dan modern di masa yang akan datang,” ujarnya.

Sementara Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, mengatakan pertanian satu-satunya sektor yang tumbuh positif dalam pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Tokoh Papua Ingatkan Benny Wenda Jangan Mencari Sensasi

"Kita sudah masuk resesi, dan ternyata sektor pertanian masih tumbuh positif. Pertanian itu harus menyediakan pangan. Selama kita hidup selama itu pangan dibutuhkan. Dan itulah yang membuat pertanian terus tumbuh positif. Keberhasilan ini tentu kerja keras insan pertanian. Mereka yang tetap menggerakkan produk perekonomian pertanian. Begitu juga petani yang tetap turun ke ladang, turun ke kebun, turun ke sawah, untuk memastikan produksi tetap berlangsung. Itulah kunci keberhasilan pertanian," katanya.

Dedi Nursyamsi juga menyambut baik kerjasama Kementan dengan PT Bayer dan Mercy Corp. Menurutnya, kualitas kerjasama ini menentukan keberhasilan.

"Program Better Life Farming sangat luar biasa, karena memberdayakan 4 juta petani, termasuk petani milenial untuk meningkatkan koorporasi dan membantu pertanian. Output kerja sama ini akan luar biasa," ujarnya.

Untuk itu, Dedi Nursyamsi mengajak seluruh masyarakat dan insan pertanian untuk mengeratkan kerjasama, sama-sama menggarap pertanian dari hulu sampai hilir agar semakin maju.

"Saya berharap kerjasama kita akan lebih konkrit lagi ke depannya. Karena objek yang akan kita garap ternyata sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan petani," katanya.

Country Commercial Lead Crop Science Bayer Indonesia & Malaysia, Patrick Gerlich, mengatakan telah bertemu langsung dengan para petani yang cenderung mengalami kesulitan selama pandemi. 

"Ini menjadi ancaman terhadap potensi produksi pangan nasional. Namun, jika dikelola dengan tepat akan bermanfaat bagi kesejahteraan petani. Untuk itu, Bayer menggagas Better Life Farming di seluruh dunia, yang hari ini bersama Kementan kita luncurkan di Indonesia," katanya.

Menurutnya, melalui Better Life Farming Center (BLFC) Bayer dan mitra membuka akses teknologi dan pendidikan serta pendampingan termasuk akses pembiayaan bagi para petani agar mereka dapat mengelola bisnis pertanian secara profesional dan layak secara komersial.

Sedangkan Laksmi Prasvita, Head of Communications, Public Affairs, Science and Sustainability PT Bayer Indonesia, mengatakan program Better Life Farming ini sejalan dengan strategi Pemerintah untuk mengembangkan Korporasi Petani dan menjangkau 2,5 juta petani muda.

"Kelompok tani dan petani akan diberi bimbingan pelatihan on-farm serta kewirausahaan dan difasilitasi akses pembiayaan, asuransi pertanian serta akses pasar. Program Better Life farming ini adalah komitmen jangka panjang Bayer yang secara global bermitra dengan IFC, Netafim dan Swiss-Re," katanya.

Program Better Life Farming juga bertujuan mendukung Visi Pertanian Jangka Menengah Pemerintah Indonesia 2020-2024 yang diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani melalui peningkatan ketahanan pangan dan daya saing pertanian.

"Mengacu pada Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2020-2024, korporasi petani yang dibangun dengan sistem industri tani yang terpadu dalam mengembangkan skala usaha tani akan dapat menjadi solusi atas permasalahan yang kerap dijumpai petani. Karena faktanya, banyak petani mengalami kesulitan dalam menjual hasil panen sehingga menyebabkan menurunnya pendapatan mereka. Keadaan ini semakin terancam dalam masa pandemi ini," ujarnya.(jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler