LG Inves Rp 14,4 Triliun di Papua Barat

Senin, 11 Agustus 2014 – 02:44 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Kementerian Perindustrian mengungkapkan perusahaan global asal Korea Selatan, LG International berencana membangun pabrik petrokimia di kawasan ekonomi khusus Teluk Bintuni, Papua Barat. LG menyiapkan investasi USD 1,2 miliar atau sekitar Rp 14,4 triliun dalam proyek tersebut.

Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian, Harjanto mengatakan LG International serius ingin menggarap industri petrokimia di Papua. Oleh sebab itu, Kemenperin akan menindaklanjuti ketertarikan LG itu.

BACA JUGA: HPP Gula Kristal Putih Kini Rp 8.500 Per Kg

"Kami akan segera membuat draf MoU (memorandum of understanding) untuk mendukung proyek tersebut," ujar Harjanto dalam rilisnya akhir pekan lalu (9/8).

Kementerian Perindustrian juga siap merekomendasikan pemberian tax holiday untuk proyek pembangunan pabrik petrokimia LG International di Teluk Bintuni, Papua Barat. Harjanto berjanji petrokimia akan dijadikan sektor prioritas dalam pembangunan industri.

BACA JUGA: Soal Harga Solar, PLN-Pertamina Masih Belum Sepakat

"Usulan agar petrokimia sebagai sektor prioritas akan diatur dalam Peraturan Presiden," sebutnya.

Sebelumnya pengembangan industri petrokimia baru diatur dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Nomor 3 Tahun 2010. Namun begitu, Kemenperin meminta syarat kepada LG berupa kesediaan menambah derivatif produk berupa produksi methanol melalui pabrik di Bintuni."Ini bertujuan agar tercipta nilai tambah petrokimia yang lebih tinggi bagi Indonesia," cetusnya.

BACA JUGA: Layanan Imigrasi Batal Pindah, AirAsia Lega

Kawasan Industri Teluk Bintuni di Papua Barat telah dirancang sejak 2010 dengan basis industri petrokimia. Beberapa investor yang berminat masuk di antaranya Ferrostaal dari Jerman, Sojizt dari Jepang, PT Pupuk Indonesia, serta LG International asal Korea Selatan."Kami berharap mereka dapat bersinergi memanfaatkan dan mengembangkan fasilitas umum disana," tambahnya.

Hal ini bertujuan untuk menciptakan efisiensi inventasi dan pemanfaatan lahan. Dia mencontohkan kerjasama itu dapat berupa penggunaan infrastruktur pembangkit listrik bersama-sama.

"Kami akan diskusikan dengan Pupuk Indonesia, Ferrostaal, dan LG Chemical untuk mengembangkan common facility bersama karena bangun infrastruktur mahal," ungkapnya.

Pembicaraan mengenai hal tersebut juga melibatkan PT Pupuk Indonesia (Persero). Pasalnya perseroan pelat merah ini ditunjuk sebagai pengelola kawasan industri di Teluk Bintuni. Pihaknya berharap para investor di Teluk Bintuni bisa segera menyelesaikan studi kelayakan (feasibility study) di lokasi yang dikehendaki.

"Dengan begitu proses konstruksi dapat segera dilaksanakan," jelasnya. (wir)

BACA ARTIKEL LAINNYA... AP II: Layanan Imigrasi Tetap di Terminal 3 Bandara Soetta


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler