Lihat, 10 Perampok Toko Emas Tertunduk di Depan Pria Bersenjata, Salah Satunya Lagi Hamil Muda

Selasa, 20 April 2021 – 12:26 WIB
Sepuluh pelaku pembobolan Toko Emas Cecak Semarang Tengah saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang. Foto: ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG

jpnn.com, SEMARANG - Polrestabes Semarang menangkap sepuluh perampok toko emas.

Pelaku merupakan kelompok lintas provinsi, yang berasal dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Jawa Timur.

BACA JUGA: Aiptu AW Terlibat Aksi Perampokan Toko Emas di Banyuwangi

Dari sepuluh pelaku, empat di antaranya wanita termasuk satu yang lagi hamil muda.

Kesepuluh pelaku adalah Subiantoro, usia 44; Suharianto, 39; Supriadi, 32, dan Susanto, 32. Mereka berasal dari Sumut (Kabupaten Serdang Bedagai dan Kabupaten Batubara).

BACA JUGA: Cerita Kompol Arsya Atas Kasus Perampokan Toko Emas Cantik yang Menjadi Perhatian Kapolri

Kemudian Supardi, umur 55 dari Jatim (Sidoarjo) dan Agus Hariyanto, 36 dari Sumsel (Palembang).

Komplotan ini ditangkap tanpa perlawanan di Hotel Intan Pondok Sragen, Sabtu (17/4) sekitar pukul 04.00.

BACA JUGA: Ingin Punya Anak Sehat dan Cerdas? Jangan Begituan saat Hamil Muda

Pengungkapan kasus ini tidak sampai 24 jam setelah mereka mencuri perhiasan di Toko Emas Cecak Jalan KH Wahid Hasyim, Kauman, Semarang Tengah, Jumat (16/4) sekitar pukul 15.20.

“Mereka datang dari Palembang dan melakukan kejahatan di Kota Semarang,” kata Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar saat gelar perkara di Mapolrestabes Semarang, Senin (19/4), seperti dikutip dari Radar Semarang.

Empat pelaku lainnya adalah wanita bernama Aida Afriska Ananda, 21; Dina Wardhani, 34; Vina Sundari, 32. Mereka dari Sumut. Satu lagi Nurjana, 27, dari Sumsel.

“Para pelaku ini ada yang suami istri siri. Ada yang sedang hamil. Mereka memang sindikat pencuri toko emas,” kata Irwan.

Kapolres menjelaskan, pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut dari laporan pihak Toko Emas Cecak.

Sebanyak sepuluh kalung emas di dalam toko raib dicuri kawanan pelaku.

Setelah dilakukan serangkaian penyelidikan, akhirnya berhasil mengungkap pelakunya.

“Modusnya dengan mengalihkan perhatian pelayan toko. Mereka mencongkel almari etalase dengan alat yang sudah dipersiapkan. Lem kaca etalase dikikis menggunakan pisau. Ada yang menutupi dengan tas,” jelasnya.

Pengakuan para pelaku, mereka datang ke Jawa Tengah naik dua mobil, yakni Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia. Dua mobil tersebut kini telah diamankan sebagai barang bukti.

Sebelumnya, mereka telah berkumpul di Medan, kemudian melanjutkan perjalanan ke Sidoarjo, lalu menuju Kota Semarang.

“Di antara pelaku ternyata ada yang residivis kasus yang sama. Dia bebas bersyarat setelah menjalani hukuman di Palembang. Masih kami kembangkan, apakah pernah terjadi di tempat lain,” kata kapolres.

Dia mengatakan, masing-masing pelaku memiliki peran. Subiantoro berperan merusak kaca etalase dengan cara menyilet lem kaca menggunakan cutter.

Tersangka Supardi mencongkel bekas siletan. Setelah berhasil mencongkel, tersangka Subiantoro memasukkan gulungan kawat ke dalam etalase untuk mengambil kalung emas.

“Untuk tersangka lain bertugas berpura-pura membeli emas untuk mengalihkan perhatian penjaga toko emas, dan menutupi kegiatan yang dilakukan oleh para tersangka,” katanya.

“Sasarannya toko emas yang penjaganya sedikit. Ada yang nawar, ada yang seolah membeli, dan pelaku lainnya beraksi,” imbuh kapolres.

Para pelaku berhasil membawa kabur sepuluh kalung emas senilai Rp 68 juta lebih. “Barang bukti tersebut belum sempat dijual,” katanya.

Tersangka Supardi mengaku dua mobil yang dipakai disewa dari Sidoarjo dan Medan. Mereka berangkat dari Medan menuju Sidoarjo dua minggu sebelumnya.

“Sudah dua kali, sebelumnya (mencuri) di Sumatera,” kata Supardi.

Salah satu tersangka perempuan berdalih tidak mengetahui adanya rencana aksi pencurian toko emas tersebut.

“Awalnya diajak jalan-jalan. Saya baru diajak kali ini,” kata dia sambil menutupi wajahnya. (mha/aro)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler