Lihat Nih... 3.000 Pemburu Berburu Babi Hutan di Kampar Timur

Minggu, 17 Mei 2015 – 23:52 WIB

jpnn.com - KAMPAR TIMUR - Sekitar 3000 orang yang membawa anjing pemburu, Minggu(17/5) melakukan pemburuan babi hutan di desa Sawah Baru kecamatan Kampar Timur, Kampar, Riau. 

Safari berburu babi yang digelar oleh Persatuan Olah Raga Berburu Babi (PORBBI) kacamatan Kampar Timur dan Tambang dilepas Suharmi Hasan SH selaku Ketua Porbi Kampar Timur dengan tembakan pistol ke udara sebanyak tiga kali.

BACA JUGA: KAI akan Hidupkan Kembali Jalur Purwokerto-Wonosobo

Suharmi Hasan yang juga anggota komisi III DPRD Kampar menjelaskan, kegiatan safari akbar berburu babi pada tahun 2015 dilaksanakan menyambut bulam suci Rahmadhan serta menpererat hubungan silatrhammi antara sesama pemburu.

Apalagi para pemburu ini bukan hanya dari Kampar, namun juga dari berbagai daerah lain di Riau, Sumatera Barat, Jambi dan Medan.
Safari berburu babi dimulai pada malam Sabtu dengan mengadakan malam hiburan dengan musik tradisional Kampar yaitu salung dan musik Orgen tunggal.

BACA JUGA: Polda Buru Buaya Penyantap Puluhan Manusia di NTT

Paginya seluruh rombongan bersama-sama menuju ke lokasi yang telah di tentukan oleh panitia, untuk mencari posisi masing-masing lalu.
Suharmi menjelaskan, selaku wakil rakyat dirinya merasa senang dan bangga adanya acara ini. Karena  peserta terlihat sangat luar biasa datang dari berbagai daerah, di luar Provinsi Riau sendiri.

Kampar menurutnya merupakan lokasi yang sangat strategis dan kerinduan sendiri bagi para pemburu yang ada di Provinsi Riau. Dan tentu juga kegiatan ini memberikan manfaat bagi masyarakat terutama para petani padi yang ada di Kampar. 

BACA JUGA: Bubarkan Balap Liar, Oknum Polisi Tak Sadar Kejar Adik Kandungnya

Yaitu ikut serta dalam melakutkan pembrantasan hama babi hutan, yang selama ini sangat meresahkan petani itu sendiri, dan ini sesuai dengan progaram pemerintah dalam menerapkan swadaya pangan di bidang tanaman padi.(rdh/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gagal jadi CPNS, Duit Rp 331,7 Juta Minta Dikembalikan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler