Lihat, Putra Bungsu Presiden Jokowi Ikut KKN

Kamis, 14 Juli 2016 – 05:40 WIB
Kaesang Pangarep (dua dari kanan, bertopi) mengikuti pembukaan Community Outrech Program (COP) atau KKN di UK Petra Surabaya, Rabu (13/7). Kaesang merupakan salah satu peserta dari Singapore Institute of Management University, yang akan mengikuti KKN di Mojokerto bersama 200 mahasiswa dari sembilan negara. Foto: ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA/JPNN.com

jpnn.com - SURABAYA - Putra bungsu Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, mengikuti Community Outreach Program (COP) berupa Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang diadakan Universitas Kristen (UK) Petra, Surabaya, Jatim. 

Rabu (13/7), dia bersama 200 mahasiswa lainnya dilepas oleh Rektor UK Petra Rolly Intan.

BACA JUGA: Simak, Catat! Lima Regulasi untuk Sekolah Aman dan Nyaman

Kaesang merupakan salah satu peserta dari Singapore Institute of Management University. COP merupakan program tahunan service learning Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UK Petra untuk memberikan bekal mahasiswa pengalaman, internasional sekaligus mengasah rasa empati pada masyarakat sekitar.

Peserta dari KKN ini merupakan kolaborasi sembilan negara dan akan dilaksanakan selama tiga minggu mulai 14 Juli–4 Agustus 2016 di Kabupaten Mojokerto.

BACA JUGA: Mendikbud Minta Izin Menteri Yuddy

”Mengambil tema Keep Blessing The Nations, kami ingin dalam program COP ini akan semakin banyak desa yang terberkati. Tak hanya itu saja, para peserta juga akan merasakan melalui COP akan menjadi lebih peduli kepada orang lain. Serta perubahan perspektif tentang kehidupan yang lebih bermakna, inter-religious understanding dan masih banyak lainnya. Kami bertekad untuk terus menjadi berkat bagi daerah-daerah tertinggal yang belum terjangkau dan belum ”merdeka” secara pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” ungkap Wakil Rektor bidang Akademik UK Petra, Djwantoro Hardjito, kemarin (13/7).

Saat pelepasan, Kaesang yang menggunakan atasan hitam dan menggunakan topi hitam cenderung diam. Dia hanya melihat ke depan podium tanpa berkata-kata. 

BACA JUGA: Pemerintah Imbau Orang Tua Antar Anak ke Sekolah

Dia juga menghindar dari sorotan kamera. COP dibuka langsung oleh Rektor Rolly Intan di Auditorium UK Petra kemarin pukul 16.30 WIB. 

Peserta COP Mojokerto 2016 kali ini mencapai 201 orang yang terdiri dari 51 mahasiswa UK Petra Surabaya, delapan mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira-Kupang, 33 mahasiswa dari Dong Seo University-Korea Selatan.

Selain itu,  sembilan mahasiswa dari International Christian University-Jepang, 13 mahasiswa dari Hong Kong Babtist University-Hong Kong, enam mahasiswa Hong Kong Institute of Education-Hong Kong, empat mahasiswa Hong Kong University of Science and Technology-Hong Kong.

Juga ada  25 mahasiswa University of The Netherlands-The Netherlands, 4 mahasiswa Fu Jen University-Taiwan, 2 mahasiswa Lignan University-Hong Kong, 2 mahasiswa Chinese University of Hong Kong-Hong Kong, 9 mahasiswa Guangxi Normal University-China, 20 mahasiswa Guangxi University of Science and Technology-China, 8 mahasiswa Coventry University of London-United Kingdom dan 7 mahasiswa SIM University-Singapore.

Kegiatan COP 2016 di Mojokerto ini memasuki tahun ke-20. ”Sesuai dengan visi UK Petra yang menjadi global university ini maka program COP mengajarkan para mahasiswa UK Petra dan asing untuk melayani masyarakat lokal tanpa dibatasi oleh etnis dan budaya yang berbeda,” tambah Rolly Intan.

Seluruh peserta akan dibagi menjadi enam kelompok yang ditempatkan enam lokasi berbeda di lima desa yaitu Desa Jembul, Dusun Lebaksari dan Dusun Siman di Desa Rejosari, Dusun Gumeng di Desa Gumeng, Desa Dilem dan Desa Jatidukuh.

Para peserta ini akan mengerjakan proyek fisik dan nonfisik bersama dengan penduduk setempat yang disesuaikan dengan kebutuhan. Sehingga proyeknya punya manfaat bagi masyarakat sekitar. (han/no/sam/jpnn) 

BACA ARTIKEL LAINNYA... MenPAN-RB: Konflik Usakti Jangan Korbankan Pelayanan Pendidikan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler