Lima Camat Sudah Dilantik tapi Tak Ada Pesawat Terbang

Selasa, 24 Januari 2017 – 00:32 WIB
Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com - jpnn.com - Lima camat di wilayah Kabupaten Nunukan, Kaltara, yang baru dilantik Selasa (10/1) lalu tertahan di Nunukan.

Pasalnya, tidak ada pesawat yang terbang dari Nunukan ke Krayan. Yakni camat Krayan, camat Krayan Barat, Krayan Tengah, Krayan Timur, dan camat Krayan Selatan.

BACA JUGA: Yang Ingin Pemekaran, Sabar Ya

Akibatnya hampir dua minggu kelima camat itu tidak berkantor dan baru memulai aktivitas pertama, Senin kemarin.

Salah satunya adalah Camat Krayan, Helmi Pudaaslikar, S.IP. Ia mengatakan, lima camat yang baru dilantik baru bisa berangkat pada Rabu (19/1) lalu melalui Tarakan dan dilanjutkan ke Krayan.

BACA JUGA: Rekrutmen CPNS, Siapkan Usulan Lebih 500 Formasi

Tidak melalui Nunukan, karena pesawat reguler hanya terdapat di Tarakan.

“Saya baru bisa berangkat pada Rabu lalu bersama camat lainnya dan segera melaksanakan tugas, karena masyarakat sudah lama menunggu camat yang baru ini,” kata Helmi Pudaaslikar, seperti diberitakan Radar Nunukan (Jawa Pos Group).

BACA JUGA: Halo Pak Gubernur, Ini Jalan atau Sawah?

Helmi dan camat lainnya harus mengeluarkan biaya pesawat reguler hingga Rp 1,3 juta per orang untuk tiba ke Krayan.

Biaya itu semakin besar karena ditambah dengan biaya pesawat dari Nunukan ke Tarakan sekira Rp 400 ribu.

Biaya total yang dihabiskan untuk sampai di Kecamatan Krayan mencapai Rp 2 juta perorang untuk sekali jalan.

Lanjut dia, ia dan emapat camat lainnya sudah berada di posisi wilayah kecamatannya masing-masing dan segera dilakukan Serah Terima Jabatan (Sertijab) dari camat yang lama ke camat yang baru dan baru dilakukan hari ini.

“Sertijabnya berangsur Senin untuk camat Krayan, kemudian Selasa untuk Krayan Barat dan Rabunya di Krayan Tengah. Sedangkan untuk Camat Krayan Timur dan Krayan Selatan tak dilakukan sertijab karena camatnya tetap dan hanya dilantik saat mutasi lalu,” ujarnya.

Sedangkan, untuk masyarakat Krayan sendiri masih kesulitan untuk ke Krayan maupun ke Nunukan. Karena hingga saat ini penerbangan yang disubsidi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan belum ada.

Sebelumnya, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Nunukan asal Krayan Aprem SE mengungkapkan, hingga saat ini penerbangan masih sulit.

Bukan karena tiket yang tidak ada, melainkan pesawat yang ingin digunakan belum disiapkan.

“Kalau camat mungkin bisa saja ke Krayan dengan menggunakan pesawat reguler, tapi bagaimana dengan masyarakat yang kurang biaya, karena ada yang sejak Desember berada di Nunukan belum bisa kembali ke Krayan,” kata Aprem SE.

Untuk mengatasi persoalan ini, ia sangat berharap kepada Pemkab Nunukan melakukan percepatan lelang Subsidi Ongkos Anggkut (SOA) penumpang.

Agar warga yang ingin ke Krayan dan sebaliknya tidak tertahan lagi di Nunukan ataupun Krayan.

“Kita berharapnya proses lelang dipercepat. Karena, persoalan ini merupakan persoalan yang mendesak. Proses pengurusan banyak yang tertunda akibat sulitnya akses ke Krayan,” jelas politikus Gerindra ini. (nal/eza)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Duh, Ratusan Honorer...Sabar ya


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Nunukan   Kaltara  

Terpopuler