Limbah Busa Mirip Awan Menghebohkan Warga Bekasi 

Selasa, 02 November 2021 – 20:11 WIB
Aliran Kali Resmi di Kampung Pelaukan, Desa Karangsetia, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat tertutup limbah busa pada Selasa (2/11). (ANTARA/Pradita Kurniawan Syah).

jpnn.com, BEKASI - Kemunculan limbah busa mirip awan menghebohkan warga di Kampung Pelaukan Desa Karangsetia, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Warga menyebut limbah busa yang menggunung hingga menyerupai awan, itu mirip wisata negeri di atas awan Pegunungan Dieng Wonosobo atau Tebing Kraton Bandung.

"Limbahnya berbentuk buih mirip negeri di atas awan, bedanya awan ini bau karena memang berasal dari limbah," kata warga setempat, Indra Lesmana (36) di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (2/11).

BACA JUGA: Ganjar Pranowo Mendorong Inovasi Wayang Limbah

Menurut Indra, kemunculan limbah busa tersebut berlangsung sejak Selasa (2/10) pukul 5.30 WIB. 

Saat itu, Indra mengaku hendak memancing di sungai, yang dikenal warga dengan sebutan Kali Resmi. 

BACA JUGA: Objek Wisata Negeri di Atas Awan Ditutup saat Libur Tahun Baru

Begitu sampai di lokasi, Indra pun kaget melihat kondisi air sungai dipenuhi limbah busa.

Limbah busa itu makin lama kian banyak hingga menggunung dan menutupi seluruh badan sungai, menyerupai negeri di atas awan.

BACA JUGA: Polres-Pemkab Lebak Tutup Objek Wisata Negeri di Atas Awan, Ini Alasannya

"Jadi, pas mau mancing kaget saya, ini apa? Terus, pas didekatin ternyata busa, banyak banget. Dari jauh seperti awan, begitu, bagus. Pas didekatin, ya, bau," ujarnya.

Indra mengatakan aliran Kali Resmi memang pernah berbusa. 

Hanya saja, kata Indra, tidak sampai menutupi seluruh badan sungai, bahkan mengubah warna air sungai menjadi gelap hingga mengeluarkan bau tidak sedap.

"Biasanya memang pernah ada busanya tetapi kalau berbusa banyak itu baru pagi tadi, makanya  kaget saya. Terus memang airnya juga warnanya hitam, seperti ada bercak-bercak minyaknya dan berbau. Gatal juga karena saya sempat turun sewaktu mengangkat mata pancingan nyangkut," katanya.

Sonjaya (41), warga setempat, mengaku busa yang mencemari Kali Resmi ini diduga mengandung minyak. 

"Kami juga takut mau ke dalam, takut kenapa-kenapa," katanya.

Selain mencemari sungai, kata Sonjaya, limbah tersebut dikhawatirkan turut merusak sawah. 

Sebab, sungai yang tercemar itu merupakan irigasi yang aliran airnya digunakan untuk mengairi sawah.

“Hasil panen jelas terdampak. Selain sawah ada kebun juga. Saya minta tolong para pengurus (pemerintahan), (dinas) pengairan agar diperhatikan, bisa hitam begini kena limbah. Saya belum tahu persis dari mana asal limbahnya tetapi orang di atas (dinas) pasti tahu," ucapnya.

Sementara itu Camat Karangbahagia Karnadi membenarkan bahwa Kali Rasmi itu tercemar busa. 

Hanya saja jumlah busa tidak sebanyak yang terjadi pada peristiwa yang viral itu.

Karnadi memastikan bakal menelusuri asal busa tersebut. 

Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menindaklanjuti pencemaran itu.

"Memang biasanya berbusa, tetapi tidak sebanyak itu. Nanti kami cek lokasi untuk menindaklanjuti itu," kata dia. (antara/jpnn)

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur & Reporter : Boy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler