Listrik Padam Saat Tarawih, Kantor PLN Diamuk Warga

Senin, 21 Juli 2014 – 07:35 WIB

jpnn.com - BARUS - Sejumlah warga mengamuk di kantor PLN Rayon Barus, Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumut, Sabtu (20/7) pukul 20.00 WIB. Mereka mengobrak-abrik isi kantor itu karena kecewa listrik kerap padam saat berlangsungnya Salat Tarawih. Beberapa kursi kantor dilempar keluar ruangan hingga ke jalan raya.

Awalnya, warga datang untuk meminta penjelasan soal pemadaman listrik di daerah itu kepada pimpinan kantor tersebut. Namun orang yang hendak ditemui itu tidak berada di kantor. Dan yang terlihat hanya petugas keamanan kantor.

BACA JUGA: Ortu Syok Berat Bayinya Terlahir dengan Satu Mata

Menurut Naswir Tanjung (29) salah seorang warga, sejumlah staf kabur saat melihat massa berdatangan.

“Padahal kami mau bertemu manajernya. Mau tanya kenapa listrik dipadamkan. Tapi yang ada hanya Pak Satpam. Warga lalu emosi karena tidak berhasil berjumpa dengan manejernya. Beberapa warga kemudian mengangkati bangku yang ada di kantor itu dan melemparnya ke jalan raya,” jelasnya.

BACA JUGA: Fortuner Hajar Truk Muatan Kelapa, 5 Tewas

Menurut warga lainnya, Jamil (42), pihak PLN Rayon Barus sudah semena-mena atas pemadaman listrik yang dianggapnya dilakukan dengan sesuka hati, tanpa ada penjelasan atau pemberitahuan sebelumnya.

“Kami sedang melaksanakan Salat Tarawih di salah satu masjid, listrik tiba-tiba padam. Beberapa menit kemudian listrik menyala, mikrofon masjid baru saja mau dicoba, tapi listrik tiba-tiba padam lagi,” katanya kesal.

BACA JUGA: Target Narkoba, Malah Jaring Puluhan Pasangan Mesum

Menurut warga, pemadaman tak menentu itu dilakukan terkesan sengaja. Sebab kejadian serupa kerap kali terjadi. “Siapa yang tidak emosi kalau begini. Mau meminta penjelasan saja tak bisa,” sebut mereka.

Karena situasi semakin tidak kondusif, sejumlah personil Polsek Barus datang ke kantor itu. Petugas berupaya mengamankan lokasi dengan menenangkan warga yang emosi.

Kecaman terhadap pemadaman listrik tak menentu itu juga datang dari Ketua Komisi A DPRD Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani. Menurutnya, PLN yang tidak becus mengelola listrik, sehingga mengakibatkan penderitaan masyarakat pelanggannya.

"Tapi giliran pelanggan yang nunggak rekening listrik seminggu atau dua minggu saja, sambungan langsung diputus. Saat PLN kerja tak becus, PLN selalu lontarkan alasan klasik,” tandas Bakhtiar.

Dia meminta Kepala PLN Rayon Barus agar dicopot. Pemadaman listrik tanpa sosialisasi ke masyarakat itu dianggapnya bukan sebuah tindakan bijak. “Masyarakat sudah sering mengeluhkan pemadaman listrik ini. Saya mau bilang, Kepala PLN Rayon Barus ini harus dicopot, karena tidak becus bekerja dan mengapa dia tidak tinggal di Barus,” katanya.

Di tengah situasi malam itu, tak satu pun dari pihak PLN Rayon Barus yang bisa dikonfirmasi untuk memberikan penjelasan masalah ini. (gp)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Siapkan Kapal untuk Melintasi Comal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler