Longsor Dahsyat, Bocah Selamat setelah 3,5 Jam Tergeletak di Sawah

Selasa, 09 Februari 2016 – 10:02 WIB
Empat dari enam korban korban banjir bandang ditemukan di Kiambang dan Kampuang Tarandam Kabupaten Solok Selatan. Foto: Ardi Tono/Padang Ekspres/JPG

jpnn.com - SOLSEL – Bocah usia 10 tahun, Andi Zalman, selamat dari terjangan longsor dahsyat di Jorong  Taratakpekonina, Nagari Alam Pauhduo, Kecamatan Pauhduo, Solok Selatan (Solsel), Senin (8/2) sekitar pukul 03.30 wib. Namun, seluruh keluarganya tewas tersapu longsor.  

Ketika ditemui Padang Ekspres (Jawa Pos Group) di rumah tetangganya di Taratak, Andi Zalman masih shock.  Kakek, nenek, dua kakak, adik dan keponakannya meninggal diterjang longsor.  

BACA JUGA: Banjir Bandang, Ribuan Rumah Terendam, 6 Tewas

Di malam nahas itu, Solok Selatan diguyur hujan deras. Di tengah tidur nyenyak, tiba-tiba terdengar dentuman tanah longsor dan air bah menerjang rumah yang dihuni tujuh jiwa itu.

Musibah itu memporak-porandakan rumah Andi yang sejak empat tahun lalu ditinggal mati ayahnya. Di rumah papan berukuran 5 x 8 itu, hanya Andi yang selamat dari maut. 

BACA JUGA: Meski Ekonomi Lesu, Arus Peti Kemas Naik

Andi sempat diterjang air bah hingga terseret ke persawahan, sekitar 30 meter dari lokasi. Akibat kejadian itu, kepala, pipi dan sekujur tubuhnya terluka setelah terbentur serpihan seng dan material rumah. 

Nasib mujur menyertai Andi. Setelah hampir  3,5 jam tergeletak di tengah sawah dalam kondisi kedinginan, dia diselamatkan warga sekitar pukul 07.00. 

BACA JUGA: Perayaan Imlek di Kampung Tionghoa, Seperti Apa?

“Ayah sudah tiada, kakek belum ditemukan. Nenek, kakak, adik dan ponakan saya juga tewas,” ujar Andi lirih kepada Padang Ekspres.

Sebelum mendapat pertolongan warga, bocah putus sekolah ini tiada henti menangis sembari memanggil-manggil kakek, nenek dan kakaknya di tengah sawah. Upayanya menyelamatkan diri pupus setelah pinggul kanan dan kepalanya terluka. “Seluruh tubuh saya sakit pak,”ujarnya.

Sampai kemarin (8/2), baru jasad neneknya Mardiana, 50, kedua kakaknya Ramli, 23, dan Elin, 20, serta keponakannya Haisa, 1,5, ditemukan warga. Sedangkan kakeknya M Yusuf, 70, dan adiknya Arifan, 2, belum ditemukan. Pencarian dilanjutkan hari ini (9/2). 

Kapolres Solsel, AKBP Ahmad Basahil berharap kedua korban yang masih tertimbun longsor segera ditemukan. Dia juga meminta warga setempat dan pihak keluarga dapat memberikan perhatian kepada Andi Zalman. “Keempat dari enam korban yang ditemukan, dikebumikan hari ini di Pekonina,” katanya. (Arditono/sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kalstar Setop Penerbangan ke Bandara Warukin


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler