LPG Naik, Bisa Picu Gejolak Ekonomi

Kamis, 02 Januari 2014 – 19:43 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan keputusan PT Pertamina menaikan harga eceran LPG rata-rata mencapai Rp 3.959 per kilogram untuk kapasitas tabung 12 kilogram, menunjukkan bahwa pemerintah tidak peduli dengan tingkat kesulitan masyarakat menengah ke bawah.

"Ini menunjukkan pemerintah tidak peduli terhadap masyarakat menengah ke bawah, dan ini akan menambah lebarnya kesenjangan pendapatan antara si kaya dan si miskin," kata Harry Azhar Azis, saat dihubungi wartawan, Kamis (2/1).

BACA JUGA: Elpiji Naik, Masyarakat Marah Lewat Twitter

Selain itu lanjutnya, dari sisi waktu, momentum pemerintah menaikkan harga LPG persis pada 1 Januari 2014, mengindikasikan pemerintah tidak sensitif terhadap potensi gejolak nantinya. "Ini bisa jadi pemicu gejolak ekonomi di tahun politik Pemilu 2014 ini," ujar politisi Partai Golkar itu.

Dijelaskannya, pihak yang pertama sekali terimbas kenaikan harga LPG adalah masyarakat menengah ke bawah, sebab dibalik kenaikannya sudah ada ancaman inflasi tahun 2014 mencapai 8,4 persen. "Ini akan berdampak serius kepada masyarakat ekonomi bawah dan menengah," tegasnya.

BACA JUGA: Desak Pertamina Jelaskan Biaya Produksi Elpiji

Pemerintah harusnya berhitung dulu tentang kenaikan gaji pegawai negeri yang hanya 6 persen dan upah buruh juga sekitar 6 persen. "Artinya daya beli masyarakat menengah ke bawah semakin terpuruk. Apakah tidak ada cara lain?," tanya Harry. (fas/jpnn)

BACA JUGA: Masyarakat Resah, LPG 3 Kg Langka, 12 Kg Mahal

BACA ARTIKEL LAINNYA... Harga Elpiji 12 Kg Naik, Pemerintah tak Berdaya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler