Luar Biasa Langkah Pak Ganjar untuk Menyelamatkan UKM Jateng saat Pandemi, Ini Hasilnya

Jumat, 22 Mei 2020 – 22:53 WIB
Gubernur Ganjar Pranowo Launching pelaksanaan program Bantuan Sosial Jaring Pengaman Ekonomi (JPE) sekaligus menyerahkan bantuan modal usaha produktif kepada UKM secara simbolis. Foto: Instagram

jpnn.com, SALATIGA - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo melakukan langkah cepat menyelamatkan pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di wilayahnya dari dampak COVID-19.

Tak tanggung-tanggung, anggaran puluhan miliar disiapkan untuk membuat pelaku UKM tetap eksis di tengah pandemi.

BACA JUGA: Panggung Kahanan di Rumah Pak Ganjar Berakhir, Donasi untuk Seniman Capai Rp 424 juta

Jika sebelumnya anggaran Rp10 miliar telah digelontorkan Ganjar untuk membeli masker dari para pelaku UKM, kali ini Ganjar kembali mengeluarkan anggaran Rp38 miliar.

Anggaran tersebut untuk membelikan bahan pokok bagi ribuan UKM yang bergerak di bidang boga.

BACA JUGA: Minta Tutup Pusat Perbelanjaan dan Mal yang Bandel, Ganjar: Kondisi sudah Kritis

Penyerahan bantuan tahap pertama sebesar Rp9 miliar kepada 3691 UKM telah dilakukan.

Secara simbolis, bantuan bahan baku itu diserahkan Ganjar kepada tiga pelaku UKM di Tengaran Kabupaten Semarang, Jumat (22/5).

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Nasib Pemenang Lelang Motor Jokowi, Habib Umar Bikin Heboh

Para pelaku UKM itu mendapat bantuan berbeda-beda, sesuai kebutuhan dan jumlah produksi.

Bantuan yang diberikan seperti tepung, gula, minyak, telur dan kebutuhan lainnya.

"Setelah jaring pengaman sosial (JPS) kami jalankan, secara paralel kami mulai menggerakkan jaring pengaman ekonomi (JPE). Mereka para pelaku UKM yang agak lesu, penjualan dan omset menurun akibat COVID-19 ini kita suntik dengan peralatan dan bantuan bahan baku agar menjadi modal mereka bisa berdagang lagi," kata Ganjar.

Bendera start pelaksanaan JPS sudah dikibarkan. Bagaimanapun, kata Ganjar, kondisi ini tidak boleh membuat para pelaku UKM mati.

"Meski omzetnya tidak seperti sebelumnya, tapi harus tetap berjalan dan ada omsetnya. Mereka harus bisa bertahan hidup dan dapur tetap harus ngebul," imbuhnya.

Setelah pemberian stimulus terhadap para pelaku UKM itu, Ganjar menerangkan sudah menyiapkan langkah selanjutnya.

Pelatihan, penyediaan modal serta kerja sama dengan e-commerce raksasa nasional diharapkan mampu membangkitkan UKM Jateng.

"Pelatihan akan terus kami genjot. Kamu juga sudah komunikasi dengan gojek, bukalapak, blibli dan tokopedia bahkan facebook untuk membantu. Mereka sudah menyatakan siap kerjasama dan membantu UKM Jateng agar bisa masuk cara bisnis baru yang serba digital," terangnya.

Terkait bantuan permodalan, Ganjar menegaskan sudah menyusun skema pembiayaan.

Bank Jateng, BPR BKK sudah disiapkan agar bisa ikut membantu pembiayaan UKM.

"Termasuk dari Baznas dan lainnya bisa jadi modal. Hari ini Baznas membantu Rp300 juta untuk 100 penerma manfaat. Ini bisa jadi modal, jadi tidak hanya mengandalkan APBD, tapi dari sumber lainnya," tutupnya.

Sementara itu, bantuan bahan baku dari Pemprov Jateng disambut atusias oleh para pelaku UKM.

Mereka yang sedang mengalami kesulitan akibat COVID-19, bisa terbantu dengan adanya bantuan ini.

"Pesanan sekarang menurun banyak, biasanya pesanan nastar setiap lebaran ini bisa tiga kwintal, sekarang menurun drastis," kata Sri Ambarwati,50, pelaku UKM kue basah di Tengaran.

Kondisi itu membuatnya kesulitan untuk berproduksi. Dengan suntikan bantuan bahan baku itu, diharapkan produksinya akan tetap berjalan.

"Alhamdulillah, bisa mengurangi pengeluaran untuk pembelian bahan baku," tutupnya.

Hal senada disampaikan Sumani (46) pelaku UKM di bidang kue kering. Di tengah omzet yang berkurang karena corona, bantuan bahan baku bisa sangat membantu memperkecil pengeluaran.

"Puji Tuhan, bantuan ini akan saya kembangkan untuk membuat kue dan dijual kepada pembeli. Mudah-mudahan jadi berkat," ucap perempuan yang menekuni bisnis kue sejak 15 tahun lalu itu. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler