Luas Area Tebu Berkurang, Produksi Gula Meleset dari Target

Selasa, 26 Desember 2017 – 14:08 WIB
Ilustrasi gula. Foto: Nurchamim/Radar Semarang/JPNN

jpnn.com, JAKARTA - Hasil giling gula sepanjang 2017 tidak sesuai proyeksi. Tahun ini, hasil giling gula hanya mencapai 2,12 juta ton.

Sebelumnya, produksi gula diperkirakan bisa mencapai 2,31 juta ton.

BACA JUGA: Kebutuhan Gula Industri Diprediksi 3,6 Juta Ton

Banyak faktor yang membuat produksi gula pada musim giling kali ini tidak sesuai proyeksi.

Direktur Eksekutif Nusantara Sugar Community (NSC) Colosewoko mengatakan, salah satu pemicu turunnya produksi gula adalah luas areal tebu yang makin berkurang.

BACA JUGA: Empat Jenis Makanan ini Penyebab Diabetes

Luas area panen diperkirakan hanya 425 ribu hektare. Prediksi mengenai penurunan luas areal tebu muncul sejak 2016.

’’Ada kebijakan impor raw sugar untuk diolah menjadi gula kristal putih,’’ kata Colosewoko, Senin (25/12).

BACA JUGA: KPI Banjir Aduan soal SKM, Nila Ajak Masyarakat Kurangi Gula

Selain itu, mencuat pengenaan pajak pertambahan nilai (PPN) untuk gula.

Namun, pemerintah kemudian menerbitkan aturan baru tentang komoditas yang tidak terkena PPN.

Gula tebu sebagai konsumsi masuk komoditas tersebut. Kondisi pasar gula pun menjadi tidak menarik.

’’Padahal, 90 persen areal tebu di Jawa merupakan tanah rakyat,’’ ungkap Colosewoko.

Ketika bertanam tebu tak lagi menguntungkan, petani bisa beralih ke komoditas lain.

Berbeda dengan areal tebu di luar Jawa, pabrik gula memiliki lahan hak guna usaha (HGU) untuk bertanam tebu.

’’Tahun depan, masih ada potensi penurunan areal, khususnya lahan rakyat,’’ lanjut Colosewoko. (res/c18/sof)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pedagang Takut Jual Eceran, Penyerapan Gula Lambat


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler