Luky Alfirman, Mantan Pegawai Ditjen Pajak yang Dipilih Jokowi jadi Anggota Dewan Komisioner LPS

Rabu, 25 November 2020 – 22:52 WIB
Luky Alfirman resmi menjadi anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan. Foto: dok. LPS

jpnn.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo telah menunjuk Dewan Komisioner Baru untuk mengisi posisi Dewan Komisioner di Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) bernama Luky Alfirman di awal Desember 2019 lalu.

Luky menggantikan Robert Pakpahan yang memang sudah mulai memasuki masa pensiunnya. 

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Tokoh FPI Nekat tak Penuhi Panggilan Polisi, Anies Tebar Ancaman, Jokowi dan Puan Dihina di TikTok

Pengangkatan Luky Alfirman sebagai Anggota Ex Officio di Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan tersebut tertuang lewat surat Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 78/M Tahun 2019 yang membahas tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisioner dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Sebelum menjabat sebagai Anggota Ex-Officio Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Luky Alfirman memiliki jenjang karier yang cukup panjang.

BACA JUGA: Pengacara Handal ini Terpilih jadi Direktur Eksekutif Hukum yang Baru untuk LPS

Pada 1 Maret 1995, Luky Alfirman memulai kariernya di Kementerian Keuangan sebagai seorang pegawai di Direktorat Jenderal Pajak.

Dia juga sempat bertugas sekaligus belajar di Amerika Serikat. Setelah pulang ke Indonesia pada Juli 2004, Luky kembali bertugas di Direktorat Jenderal Pajak sebagai Kepala Subbagian Kelembagaan dan Pelaporan.

BACA JUGA: Virus Corona Menyerang Ekonomi, Ketua Komisi XI Beri Dukungan kepada BI, OJK dan LPS

Kariernya terus melejit bahkan Luky Alfirman diberikan amanah untuk menjadi Kepala Sub Direktorat Potensi Perpajakan.

Tidak sampai di situ saja, di Direktorat Jendral Pajak, dia pun sempat menjabat sebagai Kepala bagian Organisasi dan Tata Laksana serta Kepala Sub Direktorat Manajemen Transformasi.

Saat itu, dia ditugaskan untuk menangani program modernisasi (reformasi) administrasi perpajakan. Selain itu, ia juga sempat mendapatkan jabatan sebagai kapala kantor Pelayanan Pajak Pratama Jakarta untuk wilayah Kebayoran Lama.

Pada 2011 tepatnya bulan Juli, amanah yang lebih besar kembali diberikan kepada Luky Alfirman. Saat itu, dia ditugaskan sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kebijakan Anggaran pendapatan dan Belanja Negara di Badan Kebijakan Fiskal.

Tak lama kemudian, dia kembali diberi tugas penting untuk mengisi posisi sebagai Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro. 

Di September tahun 2015, Luky sempat dipercaya untuk mengemban tugas sebagai di Menteri Keuangan sebagai Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan, Sekretariat Jenderal atau yang sering disebut juga Chief of Staff Menteri Keuangan.

Pada Juli 2017, Luky juga sempat diangkat menjadi Staf Ahli Kebijakan Penerimaan Negara dan selanjutnya diberi kepercayaan untuk menjadi Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko.

Serta pada akhirnya, di 2 Desember 2019 Luky Alfirman resmi menjadi Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan.

Seperti yang dilansir dari website Lembaga Penjamin Simpanan (25/11), pria yang lahir di Bandung pada 27 Maret 1970 ini sempat belajar di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan berhasil mendapatkan gelar Sarjana Teknisi di 1994.

Tidak puas sampai disitu, ia pun melanjutkan pendidikannya di university of Colrado, Boulder, Amerika Serikat untuk mendapatkan gelar pasca sarjana. 

Pada 2000, dia berhasil mendapatkan gelar Master of Arts (MA) Economic di universitas tersebut. Tidak sampai di situ, di 2004 dia pun berhasil mendapatkan gelar selanjutnya yaitu Doctor of Philosophy (PhD) in Economic di universitas yang sama.

Kini Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sudah memiliki susukan Komisioner yang lengkap. Mulai dari Purbaya Yudhi Sadewa selaku Ketua Dewan Komisioner, Lana Soelistianingsih selaku Anggota Dewan Komisioner merangkap Kepala Eksekutif, Didik Mayidono selaku Anggota Dewan Komisioner, Heru Kristiyana selaku Anggota ex-officio Otoritas Jasa Keuangan dan Destry Damayanti selaku Anggota ex Officio Bank Indonesia. (flo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler