Lulus Passing Grade PPPK Disuruh Tes Tahap II, Edward: Menyakiti Guru Honorer

Kamis, 21 Oktober 2021 – 14:42 WIB
Ketua Forum Guru Honorer K2 Provinsi Lampung Tengah Edward Leonardo (pakai topi) bersama rekan-rekannya. Dia bicara soal seleksi PPPK guru 2021. Foto: dokumentasi Edward Leonardo for JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Forum Guru Honorer K2 Provinsi Lampung Tengah Edward Leonardo meminta pemerintah tidak menyakiti mereka lagi.

Jangan lagi mendorong-dorong honorer ikut tes PPPK tetapi begitu lulus passing grade tidak ada formasi.

BACA JUGA: Hasil Sanggah Seleksi PPPK Guru di SSCASN Berubah, Honorer Resah, Payah!

Menurut Edo, sapaan akrab Edward, mereka sudah memenuhi ketentuan mengikuti tes dan akhirnya lulus passing grade.

Kalau akhirnya tidak ada formasinya, seharusnya pemerintah mencarikan solusi. Bukan malam meminta guru honorer ikut tes tahap II dan III yang pesertanya guru swasta, lulusan pendidikan profesi guru (PPG), dan individu yang memiliki sertifikat pendidik.

BACA JUGA: Formasi PPPK 2022, Ketua Honorer Non-K2: Kami Tidak Pernah Minta jadi PNS

"Pemerintah sama saja akan menyakiti guru honorer yang pengabdiannya panjang," ucapnya.

Dia mengingatkan pemerintah bahwa guru honorer yang lulus passing grade PPPK bukan pelamar umum.

BACA JUGA: Umar Disergap di Jalan Siwalankerto Surabaya, Banyak Buku Nikah di Rumahnya, Alamak!

Pelamar umum meski lulus passing grade tetapi dinyatakan tidak lulus formasi adalah wajar. Sebab, mereka baru mencari pekerjaan.

Sedangkan guru honorer tinggal memperjelas statusnya menjadi ASN PPPK atas pengabdiannya bertahun-tahun.

"Kenapa kami masih harus bersaing lagi di tahap II? Jangan mencederai sebuah seleksi yang pemerintah sendiri inginkan hasilnya terbaik dan fair," ucapnya.

Menurut Edo sistem rekrutmen PPPK guru 2021 yang diberlakukan pemerintah tidak fair. Yang sudah memenuhi passing grade dan nilainya tertinggi pun tidak diluluskan lantaran bukan guru induk.

"Kalau memang hanya untuk guru Induk, mengapa kami diberikan kesempatan mendaftar di sekolah noninduk. Para pemangku kepentingan jangan mempermainkan guru honorer," pungkasnya. (esy/jpnn)

 

 

 

 

Video Terpopuler Hari ini:


Redaktur : Soetomo
Reporter : Mesya Mohamad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler