Lulusan Kedokteran Universitas Malahayati Tembus Jajaran Terbaik Nasional

Kamis, 22 Agustus 2019 – 02:00 WIB
Universitas Malahayati. Foto: Ist

jpnn.com, JAKARTA - Selama kiprah Universitas Malahayati yang didirikan sejak 1993 di Bandar Lampung, Provinsi Lampung, sukses mencetak alumni-alumni terbaik. Tidak saja di tingkat daerah tetapi juga menembus level nasional.

Salah satunya Ade Rahardian, tercatat sebagai lulusan terbaik tingkat nasional pada Uji Kompetensi Mahasiswa Computer Based Test (CBT) Program Profesi Dokter (UKMPPD) dengan nilai 91, pada Mei 2019.  Ada pula Putri Julianti, dokter lulusan Universitas Malahayati, terbaik dalam Diksar Dokter Perwira Akmil di Magelang pada awal Agustus ini.

BACA JUGA: Menteri Nasir Singgung soal Intoleransi, Menyentil Siapa nih?

BACA JUGA: 40 Ribu Mahasiswa Ikut KKN Kewirausahaan di 10 Universitas

Keberhasilan para mahasiswa meraih prestasi tentu saja tak lepas dari upaya kalangan kampus. Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H., M.H yang sangat peduli soal peningkatan mutu akademik.

BACA JUGA: Berkunjung ke Museum Tumbuhkan Rasa Cinta Anak pada Bangsa

"Kita melengkapi seluruh fasilitas kampus untuk menunjang seluruh kegiatan akademik," kata Dr. Kadafi.


Rektor Universitas Malahayati, Dr. H. Muhammad Kadafi, S.H

BACA JUGA: Telkom University Peringkat 1 PTS di Indonesia

Menurut Kadafi, fasilitas di Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati sangatlah lengkap. Kampus ini memiliki Laboratorium Kesehatan Terpadu (LKT), mulai dari laboratorium dasar, biomolekular, osce, hingga laboratorium Computer Basic Training (CBT).

Dikuatkan dengan Perpustakaan Universitas Malahayati yang memiliki 35.000 koleksi buku dan dilengkapi dengan fasilitas internet.

Penunjang vital lain ialah rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Pertamina-Bintang Amin, yang mendapat predikat level Paripurna dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit.

Manajemen pendidikan yang dibangun Kadafi juga cukup baik, melalui kontrol ketat dalam proses keigiatan belajar mengajar. Tak hanya itu, seluruh mahasiswa kedokteran bertempat tinggal di pemukiman kampus yang bernama "Green Dormitory."

Selain itu, Rektor Kadafi yang masih berusia 36 tahun ini mengembangkan manajemen terbuka, menerapkan terobosan seperti melelang jabatan di kampus.

"Dengan begitu setiap orang memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan karier dan berani memikul tanggung jawab. Ukurannya jelas pada kualitas pendidikan," kata rektor yang juga Ketua Kadin Lampung itu.

Dalam kesempatan lain, Ade Rahardian, mengakui seluruh sistem terpadu di Universitas Malahayati mempermudahnya dalam belajar.

"Alhamdulillah, saya mendapat kesempatan menimba ilmu di universitas kebanggaan ini. Saya dapat meraih banyak ilmu dari para dosen dan staf pengajar yang membimbing dengan ikhlas dan sabar," kata mahasiswa kedokteran yang masuk pada 2013 dan tamat pada 2017.

Prestasi yang diraih kampus hijau ini pun menarik minat Universitas Putra Malaysia (UPM) menjalin kerja sama. Setiap tahun kampus dari negeri jiran itu mengirimkan 18 mahasiswa keperawatannya untuk belajar di Universitas Malahayati.

“Saya merasa berkesan dan sangat senang berada di Universitas Malahayati, bisa membandingkan ilmu yang berada di Malaysia dan Indonesia," kata Irfan, mahasiswa UPM di Universitas Malahayati.

Fakultas Kedokteran di Universitas Malahayati termasuk tertua di Lampung. Bahkan hingga saat ini, di Provinsi Lampung hanya ada dua Fakultas Kedokteran, selain di Universitas Malahayati ada di salah satu universitas negeri di Lampung.

Di Indonesia hanya 74 Fakultas Kedokteran di berbagai universitas, setengahnya di Pulau Jawa.

Bahkan Fakultas Kedokteran termasuk program pendidikan pertama ketika Universitas Malahayati didirikan pada 1993.

Kampus ini menempati areal 84 hektare di kawasan Kemiling, Bandar Lampung. Sembilan gedung terpadu kampus didirikan dalam areal tiga hektare di dalamnya. Kekuatan Fakultas Kedokteran, Universitas Malahayati lainnya berada pada kiprah alumninya. (jpnn)

Fakultas dan Prodi Universitas Malahayati

Fakultas Kedokteran


• Program Studi Kedokteran Umum

• Program Studi Ilmu Keperawatan (S1)

• Program D-3 Kebidanan

• Program Studi Diploma IV Bidan Pendidik

• Program Studi Farmasi (S1)

• Program Studi Psikologi (S1)


Fakultas Kesehatan Masyarakat

• Program Studi Kesehatan Masyarakat

Fakultas Ekonomi

• Program Studi Ekonomi Akuntansi

• Program Studi Ekonomi Manajemen


Fakultas Teknik

• Program Studi Teknik Sipil

• Program Studi Teknik Mesin

• Program Studi Teknik Industri

• Program Studi Teknik Lingkungan


Fakultas Hukum

Program Pascasarjana

• Magister Kesehatan Masyarakat


Akademi Farmasi & Analisis Makanan

• Program Studi Diploma III Farmasi & Makanan

BACA ARTIKEL LAINNYA... Masih Ada yang jadi Korban Sistem Zonasi, Mau ke Sekolah Swasta Tetapi Tak Mampu Biaya


Redaktur & Reporter : Rasyid Ridha

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler