Lupakan Timnas agar Tak Stres!

Selasa, 22 November 2011 – 09:18 WIB

JAKARTA -- Final sepak bola SEA Games 2011, dimana Timnas gagal  mengalahkan Malaysia menjadi antiklimaks atas prestasi Indonesia yang telah meraih lebih dari 150 emas di SEA Games kali ini

"Kita semua menjadi saksi bahwa Timnas telah berjuang dengan sekuat tenaga tapi tampaknya keberuntungan belum ada  dipihak Indonesia sehingga keberhasilan menjadi juara umum menjadi hampa tanpa emas di Sepak Bola

BACA JUGA: Penyebaran HIV-AIDS di Indonesia Tercepat di Asia Tenggara

Kegagalan  Indonesia menghantam Malaysia menunjukkan bahwa Sepak Bola kita selalu gagal menjadi yang terbaik di Asia Tenggara," ujar Ari Fahrial Syam dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (22/11).

Dokter Ari -begitu biasa disapa- mengajak publik pencinta sepak bola melupakan ketidakberhasilan Garuda Muda karena secara keseluruhan olah raga kita sedang bangkit dengan prestasi meraih emas lebih dari 150 buah tersebut
Hikmah dari kegagalan Timnas, lanjutnya, juga menjadi hikmah bagi  para petinggi olah raga agar tidak besar kepala karena walaupun begitu banyak emas yang didulang  tetapi tetap kita tidak berhasil meraih emas di cabang sepak bola cabang yang begitu dicintai rakyat dan bangsa Indonesia.

"Mudah-mudahan kekecewaan para pencinta sepak bola Indonesia hanya sesaat karena secara keseluruhan ketidakberuntungan saja yang membuat kita gagal meraih kemenangan di cabang sepak bola," ujarnya.

Dipaparkan, kekecewaan  merupakan faktor yang dapat  membuat seseorang secara psikologis menjadi terganggu, tidak bisa tidur nyenyak

BACA JUGA: 80 Persen Masalah Seksual Dipicu Diabetes dan Kolestrol

Kekecewaan yang terus menerus terjadi, kata dokter Ari, pada akhirnya akan membuat seseorang menjadi terganggu jiwanya
"Kekecewaan terhadap kegagalan tim sepak bola menjadi terbaik di Asia Tenggara apalagi dikalahkan dengan Malaysia bisa menyebabkan tambahan stress jika hal ini terus dipikirkan," urainya.

Kekecewaan yang terus menerus tersebut tentu akan menyebabkan gangguan jiwa berupa gangguan psikosomatik

BACA JUGA: Sciencetifikasi Jamu Terbentur Penelitian

Pasien dengan gangguan psikosomatik, lanjutnya,  biasanya muncul dengan keluhan-keluhan fisik yang dianggap oleh pasien benar-benar gangguan fisik

Tetapi sebenarnya gangguan fisik yang muncul tersebut terjadi karena gangguan psikisBerbagai keluhan yang dapat timbul saat seseorang mengalami gangguan psikosomatik, antara lain sakit kepala, pusing melayang, jantung berdebar-debar, tangan gemetar, sakit leher, nyeri punggung, otot terasa kaku, serta banyak keringat terutama pada ujung-ujung jari tangan dan kakiPasien dengan gangguan  psikosomatik juga akan merasakan gatal-gatal pada kulit tanpa sebab yang jelas, nyeri dada, nyeri ulu hati, mual, perut kembung dan begah, serta diare.

"Lupakan kegagalan Timnas ini dan lihat prestasi cabang-cabang lain dimana  kita berhasil  kembali meraih gelar Juara Umum pertandingan multi event di Asia Tenggara"Jangan sampai kekalahan  ini kita terus sesali karena tentu bisa menimbulkan stress dan mengganggu pikiran kita," pungkasnya(sam/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Izin Praktik Dokter Boyke Terancam Dicabut


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler