M Qodari Sebut Dampak Piala Dunia U-20 Berikan Kejutan Besar, Gibran Masuk Radar Capres 2024

Senin, 10 April 2023 – 09:20 WIB
Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari. Foto : Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari mengatakan dampak dari batalnya Indonesia menjadi Piala Dunia U-20 memberikan banyak kejutan besar terhadap konstelasi politik menjelang Pilpres 2024.

Hal itu didasarkan pada hasil survei pemilihan presiden dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) yang dirilis 9 April 2023.

BACA JUGA: Sekjen Gerindra: Prabowo Jadi Magnet Koalisi Besar Pilpres 2024

Kejutan pertama, kata Qodari, turunnya suara Ganjar Pranowo secara signifikan. Kedua, unggulnya Prabowo Subianto atas Ganjar Pranowo dalam simulasi tiga nama calon yang selama ini selalu ada pada urutan pertama.

Selain kedua kejutan tersebut, Qodari melihat satu lagi kejutan besar yang tidak kalah menariknya. Yakni masuknya nama Wali Kota Solo Gibran Rakabuming dalam 6 besar calon presiden dengan elektabilitas tertinggi di angka 2,7 persen. Bahkan perolehan suara Gibran berada tipis satu tingkat di bawah Sandiaga Uno di angka 2,9 persen.

BACA JUGA: Gibran bin Jokowi Dikabarkan Sowan kepada SBY, Syahrial Demokrat Merespons Begini

“Ini merupakan kejutan besar karena sebelum ini nama Gibran belum pernah muncul di survei pertanyaan terbuka,” kata Qodari dalam keterangannya, Senin (10/4/2023).

Menurut Qodari, mengacu pada temuan survei Indikator Politik Indonesia pada survei Maret 2023 di mana saat itu nama Gibran tidak ada dalam radar survei. Tetapi hanya dalam waktu satu bulan, elektabilitas Gibran bisa melonjak naik.

BACA JUGA: Qodari Menilai Prabowo Tokoh Sentral di Koalisi Besar Pilpres 2024

Qodari menilai naiknya elektabilitas Gibran tidak terlepas dari pro dan kontra soal keterlibatan tim nasional Israel sebagai peserta Piala Dunia U-20 yang berdampak pada pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah.

“Kita tahu dalam pro kontra tersebut nama Gibran menjadi sangat menonjol karena Solo di mana Gibran menjadi wali kota adalah salah satu tuan rumah dari Piala Dunia U-20 dan Gibran dengan tegas dan jelas menerima kehadiran tim Israel dan tetap mau menyelenggarakan Piala Dunia,” ungkap Qodari.

Lebih lanjut Qodari, sikap Gibran dalam merespons kehadiran Israel rupanya berkembang di masyarakat Indonesia sehingga mendapat apresiasi karena dinilai sesuai dengan kehendak dan aspirasi mayoritas publik.

“Karena masyarakat Indonesia yang tahu penyelenggaraan Piala Dunia menurut temuan LSI itu 71 persen, bersedia atau mau menerima kehadiran Israel dan yang tidak menerima 27 persen,” kata Qodari

Qodari melihat dalam pro kontra Piala Dunia U-29 tersebut nama Gibran menjadi sangat mencolok karena berbeda pandangan dengan seniornya di PDI Perjuangan Ganjar Pranowo. Sehingga dia melihat sebagian suara Ganjar lari ke Gibran dan sebagian lagi lari ke Prabowo.

“Jadi, ya memang pro kontra sepak bola ini ternyata implikasinya sangat besar, lebih besar daripada dugaan saya sendiri dari jauh-jauh hari waktu mendengar Piala Dunia batal, saat itu saya mengatakan bahwa ini akan menjadi game changer dan bisa mengubah konstelasi pilpres," terangnya

Pada awalnya, Qodari mengira hanya Ganjar yang akan mendapat imbasnya, tetapi ternyata dalam perjalanan implikasinya ke mana-mana.

Kenyataan ini, lanjut Qodari, menunjukkan apresiasi dan sekaligus membuka horison baru bahwa representasi Jokowi itu bukan hanya Ganjar dan Prabowo, tetapi juga Gibran.

"Jadi, seperti yang dulu saya pernah katakan bahwa Ganjar itu elektabilitasnya tinggi karena dianggap sebagai the next Jokowi. Tetapi dalam konteks Piala Dunia, nama Gibran justru menjadi the next Jokowi yang betul-betul sejalan dengan Jokowi,” pungkas Qodari.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler