Mabuk Miras, Tewas Ditikam Teman Sendiri

Sabtu, 30 Mei 2015 – 04:06 WIB

jpnn.com - BALIKPAPAN - Mesli, 24, pemuda Jalan Soekarno-Hatta Km 21 Kelurahan Karang Joang, Balikpapan Utara tewas ditikam, lantaran mengancam teman sendiri saat mabuk di Km 17, Kamis (28/5) sekira pukul 23.00 Wita. Rais, 30, karibnya sekaligus tersangka dalam kasus pembunuhan tersebut kini mendekam di sel Polsek Balikpapan Utara.

Awal kejadian ini, Rais dan dua temannya lebih dulu mendatangi sebuah lokasi di Km 17 Karang Joang, Balikpapan Utara. 

BACA JUGA: Menolak Disodomi, Waria Ini Dibacok Pacarnya hingga Tewas

Niatnya menikmati malam dengan minum miras bersama. Padahal eks lokalisasi itu sebetulnya sudah ditutup oleh pemerintah kota, tapi masih saja dihiasi dengan aktivitas dunia malam seperti penjualan minuman keras (Miras).

Mereka kemudian memesan 15 botol bir dan diminum bersama sembari ditemani beberapa cewek penghibur. Tak berselang lama, korban Mesli juga datang bersama temannya bergabung bersama Rais.

BACA JUGA: Sepuluh Tahun Mencari Uang Haram dengan Modus Ini, Hasilnya....

"Saya kenal sama korban, dia yang bawa mobil buat ngambil nanas saat kebun nanas saya panen, saat itu baru minum 10 botol bir tapi ramai-ramai," kisah Rais.

Entah ada angin apa, Melsi mengancam tersangka. Mengetahui ini dari temannya yang lain, Rais pun gelisah. Ketika korban berjalan keluar dari tempat tersebut belum beberapa langkah, tersangka memanggil korban dan akhirnya kembali. 

BACA JUGA: Polisi Berhasil Gagalkan Penyelundupan Tujuh Trenggiling ke Jambi

Cekcok mulut tak terhindarkan, korban sempat mencekik tersangka dan dihempaskan ke dinding. Pertarungan itu tidak berpihak ke korban, dengan posisi tersudut, tersangka mencabut sebuah badik yang diselipkan di pinggang sebelah kiri.

"Saya itu tidak ada masalah sama dia, tiba-tiba saya dicekik sampai saya tidak bisa bernapas," ungkap pria yang baru satu tahun di Kutai Kartanegara (Kukar) ini.

Badik dalam pegangan tangan kanan dihunuskan ke arah badan korban, tepat di bawah ketiak sebelah kiri. Diduga senjata tajam itu menembus paru-paru, Melsi pun tersungkur.

"Setelah itu saya lari karena takut dan dibonceng pergi sama teman saya. Sampai di Km 25 saya lari ke arah pondok ambil baju untuk ganti karena baju yang saya pakai robek, saya lari ke tengah hutan sampai di Km 28. Badik yang saya pakai, saya buang di tengah hutan,” terang pria beranak satu ini.

Rais yang tinggal di Km 25 Desa Sungai Merdeka, Samboja ini betul-betul tidak menyangka ia terlibat cekcok dan menyebabkan Melsi tewas. "Saya takut saja kalau dikeroyok sama keluarga korban, makanya saya lari," pungkasnya. (pri/dep/war)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Obok-obok Gudang Motor Curian


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler