Mahakarya Adibusana Nusantara Rambah Kanada

Senin, 30 Juli 2018 – 09:13 WIB
Peragaan busana Indonesia di Ottawa, Kanada. Foto: for JPNN.com

jpnn.com, OTTAWA - Sebanyak 30 model berperawakan tinggi semampai asal Kanada berlenggok-lenggok di panggung catwalk sepanjang 20 meter, memamerkan beragam busana nusantara, di Horticulture Building, Lansdowne Park, Ottawa, Kanada.

Mereka menjadi sorotan utama dalam pagelaran Festival Indonesia 2018, ajang promosi dagang, pariwisata, dan investasi tahunan, yang diselenggarakan oleh KBRI Ottawa. Festival yang mengusung tema “Indonesian Fashion in Ottawa” ini dibuka secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Kanada, Dr. Teuku Faizasyah, dan Wali Kota Ottawa, Mr. Jim Watson, Jumat (27/7) lalu.

BACA JUGA: Selandia Baru Sahkan UU Perlindungan Korban KDRT

Turut hadir dalam acara pembukaan sejumlah pejabat pemerintahan Kanada serta korps diplomatik negara sahabat yang terakreditasi di Kanada. Festival berlangsung selama tiga hari penuh hingga Minggu (29/7) kemarin.


Sambutan Duta Besar RI untuk Kanada Dr. Teuku Faizasyah pada pembukaan Festival Indonesia 2018 di Ottawa. Foto: for JPNN.com

BACA JUGA: Disambut Gembira, Kini Ibu-Ibu Bebas Menyusui di Mana Saja

Dalam sambutan pembukanya, Duta Besar Teuku Faizasyah menyampaikan harapannya agar penyelenggaraan festival ini mampu membuka peluang masuknya busana tradisional maupun rancangan modern nusantara ke pasar Kanada. Selain itu, acara ini juga diharapkan bisa terus mempromosikan Indonesia agar semakin dikenal luas oleh warga Kanada.


Sambutan Wali Kota Ottawa Mr. Jim Watson pada pembukaan Festival Indonesia 2018 di Ottawa. Foto: for JPNN.com 

BACA JUGA: Setelah Enam Dekade, Korut Pulangkan Kerangka 55 Prajurit AS

Wali Kota Ottawa, Mr. Jim Watson, mengutarakan rasa bangganya atas peran aktif KBRI Ottawa dalam mempromosikan khasanah seni budaya tradisional Indonesia bagi masyarakat Ottawa dan Kanada. Kegiatan promosi seni, budaya dan pariwisata ini juga dinilai mampu menjembatani saling pemahaman atas kekayaan dan keberagaman budaya di antara kedua negara.

Berbeda dengan penyelenggaraan Festival Indonesia sebelumnya, pada pagelaran Festival Indonesia ke-12 ini, KBRI Ottawa secara khusus menyoroti industri fashion Indonesia bagi masyarakat Kanada yang pada gilirannya diharapkan mampu membantu industri fashion Indonesia merambah pasar Kanada.

Sebanyak 15 perancang busana Indonesia yang berbasis di Jakarta, Bali, Montreal, New York dan Chicago turut mengambil peran aktif dalam promosi busana nusantara. Sederet nama brand fashion Indonesia, seperti Entin Gartini, Handi Hartono, Joko SSP, Batik Kartini, Gee Batik, Amdiskastara, My Nuclo, Avy Loftus, Be Management, Monchie Batik, By Vero, Ning Zulkarnain, Sekar Kedaton, Alleira & Bellena, dan LuTro, menampilkan deretan kreasi maha karya adibusana nusantara.


Peragaan busana Indonesia. Foto: for JPNN.com

Seluruh pakaian khas nusantara diperagakan oleh 30 orang model di atas catwalk, setelah melalui proses seleksi ketat oleh KBRI Ottawa.

Selain mengusung promosi busana nusantara, Festival Indonesia 2018 juga turut mempromosikan produk agrikultur dan kuliner nusantara, dalam hal ini dengan melibatkan pihak Indofood, PTPN VIII, serta komunitas masyarakat Indonesia di Ottawa.


Booth Indofood. Foto: for JPNN.com

Para pengunjung Festival Indonesia juga dapat menikmati kuliner khas nusantara, seperti rendang, sate, ketoprak, nasi uduk, siomay, bahkan teh botol sosro, sembari menikmati penampilan peragaan busana dan seni budaya Indonesia di panggung utama Festival.

Komunitas Indonesia yang tinggal menetap di Ottawa dan Montreal serta mahasiswa Papua yang tengah menimba ilmu di sejumlah perguruan tinggi di Toronto juga menampilkan kemahirannya dalam bermain musik dan tarian tradisional Indonesia. Kedelapan mahasiswa Papua tampil membawakan beberapa lagu, salah satunya yakni Aku Papua, sedangkan pelajar Indonesia yang menetap di Ottawa menampilkan Tari Saman.

Pengunjung Festival Indonesia dalam inter-sesi peragaan busana juga disajikan sejumlah video promosi pendek yang mengetengahkan beberapa tema, diantaranya mengenai teknologi pengembangan minyak sawit yang ramah lingkungan, promosi beberapa pusat tujuan pariwisata nusantara, serta kemajuan pembangunan infrastruktur dan transportasi tiga matra di Indonesia.

Hingga hari terakhir penyelenggaraan, panitia mencatat terdapat kurang lebih 4000 pengunjung yang hadir dan menikmati beragam kegiatan Festival Indonesia 2018, mulai dari peragaan busana nusantara, penampilan seni tari dan musik tradisional serta kuliner dan jajan pasar khas Indonesia. (jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Hari Terburuk dalam Sejarah Facebook


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler