Mahasiswa Cantik itu Diinjak dan Ditendang Sebelum Dibunuh Pacar

Selasa, 11 Oktober 2016 – 09:59 WIB
Ilustrasi. Foto: dok.JPNN

jpnn.com -  SURABAYA – Polisi terus mendalami detail AR, pelaku yang membunuh mahasiswi, Ni Made Prabawanti Gowinda Dewadatta.

Kemarin (10/10) polisi mendatangi rumah nenek AR di Keputih Tegal IB.

Di rumah itu, penyidik mencari alat bukti tambahan. Hasilnya, mereka menemukan sebuah sepatu kasual hitam.

BACA JUGA: Ssstt..Satu dari Majelis Hakim Pernah Mimpi Tentang Mirna

 Tingginya sedikit di atas tumit. Sepatu itu merupakan milik AR.

''Dia (AR, Red) sempat menekan leher korban pakai sepatu ini,'' ujar Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga.

Sebelumnya, penyidik menginterogasi AR seputar caranya membunuh Kadek, sapaan korban.

BACA JUGA: Aduh Pak.. Lagi Hot Banget Malah Digerebek

Remaja berusia 17 tahun itu lantas mengaku bahwa dirinya sempat melepas sepatunya.

Setelah mencekik, AR lantas menekankan sepatunya ke leher Kadek.

Bukan hanya itu. Sebelum mencekik, AR tampaknya sudah bertindak brutal kepada perempuan yang kekuatan fisiknya tidak sebanding tersebut. Dia menendang Kadek.

BACA JUGA: GAWAT! Beli di Laut, Jual di Daratan

 ''Tendangannya ke arah perut korban,'' ungkap Shinto.

Salah seorang sumber internal Jawa Pos di kepolisian menyebutkan, sebelum pembunuhan itu terjadi, AR dan korban terlibat cekcok.

 AR pun mengakuinya. Pertengkaran tersebut lebih dipicu arogansi AR.

Sumber itu menceritakan, sejak putus sekolah, AR kerap limbung dan galau. Dia merasa masa depannya tidak jelas.

 ''Curhatan itu disampaikan ke korban. Tapi akhirnya merembet ke mana-mana,'' katanya.

AR merasa Kadek tidak mendukung. Dia malah menyinggung orang tua Kadek yang tidak pernah merestuinya.

Di sisi lain, Kadek membela orang tuanya. Dari situlah AR kemudian kalap. Dia lantas menghabisi nyawa pacarnya.

Nah, mendengar pengakuan itu, polisi menilai ada yang tidak beres dengan kondisi psikologis AR.

Rencananya, hari ini polisi memeriksakan AR ke Dokpol Polda Jatim. ''Kami sudah berkoordinasi, tinggal membawa pelaku ke sana,'' tutur Shinto.

Dia enggan berspekulasi tentang perkiraan hasil tes kejiwaan tersebut. Hasil pemeriksaan itu nantinya diberikan kepada penyidik sebagai petunjuk dalam kasus pembunuhan Kadek.

 ''Kami masih belum menyimpulkan apakah pelaku memang punya masalah kejiwaan. Kita cek dulu, baru bisa disimpulkan,'' lanjut alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu.

Selain dipicu cekcok, muncul dugaan bahwa AR masih menyimpan dendam. Pada 2013 dia pernah dipenjarakan keluarga korban. Namun, polisi masih belum mengarah pada dugaan tersebut.

Hari ini polisi berencana menggelar rekonstruksi. Selain melengkapi BAP, rekonstruksi bertujuan untuk lebih memastikan cara pelaku menghabisi korban.

Rekonstruksi akan dilangsungkan di TKP, yakni di lahan kosong Jalan Kertajaya Indah Regency.

Soal ancaman hukuman bagi AR, polisi menjerat AR dengan pasal 338 dan 365 KUHP. Polisi tidak menemukan fakta-fakta bahwa pembunuhan itu direncanakan AR.

 Shinto menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bapas. Mengingat usia pelaku yang masih di bawah 18 tahun.

''Tapi, berkas penyidikan nanti tetap kami kirim ke Kejari Surabaya,'' paparnya. (did/rid/may/c15/fal/flo/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bertahan di Sekitar Padepokan, Menunggu Perintah Marwah Daud


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler