Mahasiswa Gantung Diri Akibat Cemburu, Keluarga Ungkap 3 Kejanggalan

Selasa, 27 Desember 2022 – 16:02 WIB
Kakak dari korban, Muhamad Nizam saat ditemui awak media di Mapolres Lombok Tengah sambil menunjukkan tulisan asli korban. Dia menyebut beberapa kejanggalan kasus mahasiswa gantung diri tersebut. Foto: Edi Suryansyah/JPNN.com

jpnn.com - LOMBOK TENGAH - Mahasiswa Gantung Diri Akibat Cemburu, Keluarga Ungkap 3 Kejanggalan.

Kematian Sanu Aryanto (22) seorang mahasiswa yang berasal dari Desa Bunut Baok, Kecamatan Praya, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menimbulkan pertanyaan besar.

BACA JUGA: Guru Agama Tewas Gantung Diri, Sang Istri Bercerita Begini

Bagaimana tidak, kejanggalan demi kejanggalan banyak ditemukan oleh pihak keluarga seusai jenazah korban dimakamkan.

Oleh karena itu, keluarga korban pun meminta pihak kepolisian untuk melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

BACA JUGA: Cemburu Buta, Pria di Jatim Bunuh Istri Siri yang Sedang Hamil 5 Bulan

Pihak kelurga menduga kematian pria berusia 22 tahun itu bukan murni gantung diri, melainkan karena sebab lain.

Kakak korban, Muhamad Nizam beserta keluarga meminta Satreskrim Polres Lombok Tengah untuk mengusut tuntas penyebab kematian adiknya tersebut.

BACA JUGA: Cemburu Buta, Erwinsyah Tembak dan Bacok Teman Pria Mantan Istri

Kejanggalan Kematian Sanu

Menurutnya, ada beberapa kejanggalan soal kematian adiknya yang membuat pihak keluarga menuntut dilakukan autopsi.

Pertama, kaki Sanu menyentuh tanah.

"Setelah kami perhatikan posisinya gantung diri itu menyentuh tanah, itu kan janggal," kata Nizam saat ditemui media di Mapolres Lombok Tengah, pada Selasa (27/12).

"Setahu saya tidak ada orang gantung diri, tetapi kakinya bersentuhan dengan tanah," sambungnya. 

Kedua, lidah korban tidak menjulur keluar.

Nizam menyebut kondisi tubuh korban yang tidak mengeluarkan lidahnya juga merupakan kejanggalan.

Ketiga, pihak keluarga meragukan keaslian tulisan korban.

Nizam menyebutkan tulisan berisi pesan di secarik kertas yang ditemukan di kos atau tepatnya di bawah HP milik korban itu tidak mirip dengan bentuk tulisan korban.

Nizam pun menunjukkan tulisan adiknya dan membandingkan dengan tulisan yang ditemukan.

Dalam tulisan yang ditemukan berbunyi 'saya nggak pantas rasanya hidup, ini udah jalan hidup saya'.

"Setelah kami perhatikan, tulisannya berbeda. Saya masih simpan tulisan aslinya," ujar Nizam.

Atas kejanggalan itu, pihak keluarga telah bermusyawarah dan sepakat meminta penyidik kepolisian untuk melakukan autopsi terhadap jenazah korban.

"Kami dari keluarga sudah sepakat akan autopsi, dan dari pihak kepolisian juga tadi juga akan menindaklanjuti," terangnya.

Untuk diketahui, korban gantung diri disebuah plafon gudang bekas kandang ayam menggunakan sabuk karate.

Tepatnya, pada Minggu 18 Desember 2022 sekitar pukul 07.30 WITA di Dusun Karang Kesambik, Desa Menemeng, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah.

Dari hasil olah TKP dan keterangan sejumlah saksi saat itu didapatkan keterangan bahwa korban gantung diri karena diduga akibat cemburu terhadap pacarnya.

Awalnya keluarga korban pun sempat menolak dilakukan autopsi.

Namun, setelah dilakukan musyawarah akhirnya sepakat agar dilakukan autopsi.

Terpisah, KBO Reskrim Polres Lombok Tengah Ipda Ichwan Satriawan yang dimintai keterangannya mengenai permintaan keluarga korban tersebut enggan untuk berkomentar.

"Ke Pak Kasat saja ya, salah-salah nanti," ucapnya singkat. (mcr38/jpnn) 


Redaktur : Soetomo Samsu
Reporter : Edi Suryansyah

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler