Mahasiswa Ini Tega Bunuh Kekasihnya karena tak Terima Diputuskan

Senin, 01 Mei 2017 – 23:55 WIB
Pelaku dan foto kebersamaan keduanya saat berpacaran. Foto: Kris Samiadji/Sumeks/fb.

jpnn.com, PALEMBANG - Suryanto alias Kempol, 24, seorang mahasiswa di Palembang, Sumatera Selatan, tega menghabisi nyawa kekasihnya, Sabtu (29/4) lalu.

Padahal, keduanya telah menjalin kisah cinta sejak tujuh tahun lalu.

BACA JUGA: Pembunuh Perempuan di Dalam Karung Itu Akhirnya Ditangkap, Ini Orangnya

Pembunuhan keji yang dialami korban bernama Soniya Priska Pratiwi, 19, yang juga mahasiswi semester II Universitas Bina Darma, Palembang terjadi Sabtu (29/4), pukul 12.45 WIB di rumah tersangka.

Lokasinya di Jl Tut Wuri Handayani, RT 62 RW 10, Kelurahan Sukawinatan, Kecamatan Sukarami, Palembang. Untuk sementara, pembunuhan ini disebut dilatarbelakangi karena hubungan keduanya tanpa restu.

BACA JUGA: Ckckck... Selipkan Sabu dalam Celana Dalam Tetap Aja Ketahuan Polisi

Korban tinggal di Jl TPA 1 Sukawinatan, Lr Cendana, RT 36 RW 10, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami itu tewas dengan empat luka tusukan pisau.

Masing-masing, dua tikaman di perut kiri dan dua di dada. Korban sempat dilarikan ke RS Myria, namun nyawanya tidak tertolong. Jenazahnya kemudian dibawa ke Instalasi Forensik RS Bhayangkara untuk visum.

BACA JUGA: Polisi Akhirnya Identifikasi Mayat di Kali Sunter

Pantauan di RS Bhayangkara, ibu korban terlihat sangat syok. Dia bersender lemas di bahu adiknya, Fatimah. Ayah korban, Haris, sempat emosi karena dokter forensik yang akan melakukan visum terhadap anaknya belum datang. Dia kemudian ditenangkan sejumlah kerabatnya.

Puluhan rekan kuliah korban silih berganti berdatangan. Dekan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bina Darma, M Izman Herdiansyah (45) juga terlihat di sana. Tak banyak komentar darinya.

“Kami ikut berduka. Korban memang mahasiswi kami, semester 2,” jelasnya.

Dia memastikan kejadian itu tidak terkait dengan proses perkuliahan. Soniya merupakan mahasiswa yang baik, tidak ada laporan bermasalah.

Dia menyampaikan, kemarin pagi korban memang mengikuti proses perkuliahan selama dua jam, mulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB.

“Setelah itu, tidak ada mata kuliah lain sehingga para mahasiswa pulang ke rumah masing-masing,” jelasnya.

Menurut Di (19), salah satu rekan kuliah korban, sudah dua kali pelaku datang ke kampus mencari Soniya. Yang pertama, tidak masuk ke dalam. “Yang kedua, kami lihat dia masuk ke dalam dan mencari Soniya,” bebernya.

Korban sempat cerita sering cekcok dengan pelaku. Bahkan, Di mendengar kabar kalau pelaku akan diputus sebagai pacar. “Mungkin karena itu dia nekat,” tukasnya.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Wahyu Bintono HB melalui Kasat Reskrim Polresta Palembang, Kompol Yon Edi Winara menyatakan, anggotanya sudah mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), Sabtu (29/4), sekira pukul 13.00 WIB.

Yon mengatakan sekitar pukul 12.00 WIB, tersangka Suryanto, yang juga pacar korban, menjemput Soniya di kampus Bina Darma.

“Orang tua korban mendapat info dari teman-teman anaknya di kampus kalau Soniya telah dibawa dengan cara paksa. Mereka lalu mencari keberadaan korban,” tuturnya. Ibu korban lalu mendatangi rumah tersangka.

Terjadi selisih paham antara ibu korban dengan tersangka. Karena emosi, tersangka menarik korban ke dalam kamar. Di kamar itulah, korban ditikam empat kali. “Korban dibawa ke RS Myria, tapi meninggal karena kehabisan darah. Jenazahnya lalu dibawa ke Bhayangkara untuk divisum,” tandas Yon.

Polisi telah mengamankan tersangka dan menyita sebilah pisau yang digunakan untuk menusuk korban. “Pelaku dan barang buktinya di Polsek Sukarami,” tandasnya.

Hasil visum tim dokter RS Bhayangkara Palembang, Soniya mengalami tiga luka tusuk di dada dan perut kiri.

“Diduga, yang menyebabkan korban meninggal yakni tusukan di dada. Setelah diukur setidaknya dalam luka tusukan tersebut lebih dari 10 cm,” ujar dr Indra SpF. Tak hanya luka tusuk, pada lengan kiri korban juga terluka robek cukup besar.(vis/chy/ce2)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pemerintah Mulai Persiapkan Acara Pelantikan di Lokasi Ini


Redaktur & Reporter : Budi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler