Mahasiswa Sumbar Sudah Gelar Aksi, Lihat!

Jumat, 04 November 2016 – 05:47 WIB
Massa Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Masyarakat se-Sumatera Barat (Sumbar) di Mapolda Sumbar, Kamis (3/11). Foto: Padang Ekspres/JPNN.com

jpnn.com - PADANG – Aksi besar-besaran menuntut pengusutan secara tuntas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), digelar di Jakarta hari ini (4/11).

Namun, kemarin sekitar 500 mahasiwa yang tergabung di dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Masyarakat se-Sumatera Barat (Sumbar) sudah berunjuk rasa, dengan tuntutan yang sama, di Mapolda Sumbar.

BACA JUGA: Istri Minggat, Diduga dengan Pria Lain

Tak hanya di Polda Sumbar, mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GMP) juga melakukan aksi bertajuk “Tangkap Ahok” di gedung DPRD Sumbar.

Aksi dijaga ketat oleh personel dari Polresta Padang dan Polda Sumbar.

BACA JUGA: Peserta Aksi Diperkirakan Membeludak

Para mahasiswa itu melakukan long march dimulai dari Masjid Nurul Iman hingga finish di Mapolda Sumbar.

Sebelum aksi, para mahasiswa membacakan ayat suci Al Quran sebagai bentuk protes dari apa yang dikatakan Ahok kepada umat Islam di Indonesia.

BACA JUGA: Awas! E-KTP Palsu

Koordinator Lapangan Edi Kurniawan mengatakan Indonesia merupakan suatu bangsa yang besar dan negara berdaulat yang terlahir atas dasar kemajemukan.

Dan secara faktual historis kemajemukan adalah keniscayaan bagi Indonesia.

"Kita hanya ingin hukum di Indonesia tegak seadil adilnya tanpa ada yang memihak kepada penguasa di negeri ini," katanya.

Menurutnya ucapan yang dilontarkan oleh Gubernur DKI Jakarta telah menyakiti hati umat muslim di Indonesia. Sesuai undang -undang, seharusnya Ahok dikenakan sanksi atas perbuatannya.

"Kita mendesak Presiden Jokowi untuk bersikap tegas dan jelas terhadap persoalan ini," kata dia.

Perlu ada ketegasan dan pihaknya meminta pihak kepolisian agar segera melakukan proses hukum terhadap pelanggaran yang dilakukan oleh Ahok sebagai seorang kepala pemerintahan.

Ia menyayangkan Kapolda Sumbar Brigjen Pol Basarudin yang tidak bisa menemui mereka.

"Didalam Aksi Unjuk rasa ini kami menyatakan sikap yaitu presiden RI selaku pemimpin pemerintahan untuk bersuara bersikap dengan tegas dan jelas terhadap kasus penistaan agama oleh Ahok agar masyarakat percaya terhadap hukum dan tidak resah. Kapolri untuk menginstrusikan kabareskrim untuk segera melakukan proses hukum terhadapa Ahok dengan adil karena setiap orang atau warga negara sama di mata hokum. Umat Islam di manapun berada harus tetap bersikap tenang dan tidak terprovokasi yang akan menyebabkan konflik," ungkapnya.

Sementara Karo Ops Polda Sumbar Kombes Pol Subnedih mengatakan sebenarnya Waka Polda telah bersedia menemui para pengunjuk rasa di dalam ruangan.

" Namun para pengunjuk rasa yang tidak ingin bertemu dengan Waka Polda Sumbar, mereka mau Kapolda Sumbar " katanya.

Tak hanya di Polda Sumbar, Kemarin (3/11), sekitar pukul 14.00 WIB,  sejumlah mahasiswa yang mengklaim mewakili masyarakat Sumbar melakukan aksi demo di gedung DPRD Sumbar.

Demo yang bertajuk Tangkap Ahok itu, diikuti oleh puluhan orang. Mereka membawakan selebaran-selebaran penolakan dan penangkapan terhadap Ahok.

“Kita ingin Ahok segera ditangkap,” sebut Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Pembebasan (GMP), Ricky Fattamazaya yang memimpin orasi di halaman gedung DPRD Sumbar. (e/wni/sam/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Peretas Sasar Situs Polres Banyumas, Beginilah Jadinya


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler