Mahyudin: Pancasila Adalah Ideologi yang Tak Ditawar Lagi

Kamis, 11 Oktober 2018 – 13:41 WIB
Wakil Ketua MPR RI Mahyudin saat Sosialisasi Empat Pilar MPR di Aula Kecamatan Balikpapan Selatan, Kaltim, Kamis (11/10). Foto: Humas MPR

jpnn.com, BALIKPAPAN - Wakil Ketua MPR RI Mahyudin tegas mengatakan bahwa Pancasila adalah jalan tengah untuk mempersatukan bangsa Indonesia dan Pancasila adalah satu-satunya solusi yang terbaik dan diterima seluruh rakyat Indonesia yang berbeda-beda, untuk bersama menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara serta mencapai satu cita-cita bersama kemajuan dan kesejahteraan.

“Pemahaman tersebut tidak main-main. Bayangkan 200 juta lebih rakyat Indonesia yang berbeda agama, ras, suku dan budaya pastilah banyak sekali perbedaan pendapat dan prinsip serta keinginan tapi menyatu selama Pancasila hadir dan menjadi ideologi bangsa,” kata Mahyudin kepada sekitar 300 peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR pimpinan dan anggota Gerakan Pemuda Asli Kalimantan (GePaK) serta masyarakat sekitar di Aula Kecamatan Balikpapan Selatan, Kalimantan Timur, Kamis (11/10/2018).

BACA JUGA: Siti Fauziah: Kabarkan Berita yang Bikin Nyaman untuk Semua

Indonesia, lanjut Mahyudin, adalah negara kepulauan Sekitar 17 ribu pulau dihuni 200 juta lebih masyarakat yang berbeda suku, agama, ras, bahasa, budaya. Tentu, masing-masing personal memiliki ego dan keinginan masing-masing.

BACA JUGA: MPR Sosialisasi Empat Pilar ke Beragam Komunitas di Bogor

Jika tidak ada Pancasila yang menjadi jalan tengah, bisa dibayangkan masing-masing daerah akan saling ngotot bahkan konflik agar ideologi bangsa sesuai dengan agama, suku dan ras masing-masing. Sebab, masing-masing pasti berpegang teguh bahwa agamanya, kepercayaannya, sukunyalah yang paling benar dan baik.

“Pancasila kemudian muncul dan diterima dengan baik oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai ideologi bangsa dan tetap mampu bertahan menjaga keutuhan bangsa selama 73 tahun dan akan terus bertahan jika kita anak bangsa konsisten menjaga dan merawatnya," ujarnya.

BACA JUGA: Mahyudin: Ketimpangan Moral Marak, Rakyat Rindu Lagi PMP

Menurut Mahyudin, begitu mudahnya rakyat Indonesia menerima Pancasila sebagai ideologi sangat bisa dimaklumi sebab Pancasila bukanlah doktrin dan bukanlah ciptaan manusia. Nilai-nilai Pancasila digali oleh Bung Karno dari jiwa rakyat Indonesia sendiri. Jadi, nilai yang terkandung Pancasila sudah menjadi karakter rakyat Indonesia sejak dulu.

“Jika saat ini muncul kembali ego pribadi yang memaksakan keyakinannya, sukunya yang paling benar dan paling baik apalagi sampai ingin mengganti Pancasila dengan ideologi yang diyakini sendiri, sama artinya kita mundur jauh ke belakang yang semestinya sudah selesai 73 tahun yang lalu. Jika dipaksakan, yang terjadi adalah konflik berkepanjangan karena satu sama lain merasa paling benar dan Indonesia bisa bubar," tandasnya.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mahyudin: Hindari Perpecahan, Banyak PR Harus Diselesaikan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
MPR RI  

Terpopuler