Majelis Syuro Segera Pertegas Arah Koalisi PKS

Rabu, 23 April 2014 – 23:47 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan segera menetapkan arah koalisi di Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 mendatang. 

Anggota Majelis Syuro PKS, Salim Segaf Al Jufri memastikan, dengan perolehan suara yang hanya 6,9 persen versi quick cout (hitung cepat) di Pemilu Legislatif 9 April lalu, PKS tidak akan mengusung calon presiden (capres) sendiri.

BACA JUGA: NasDem Habiskan Rp 277,461 Miliar untuk Kampanye Pileg

"Kalau suara kita 20 persen, kita (PKS) ajukan capres. Kalau tidak, ya kita koalisi dengan yang ada," kata Salim, Rabu (23/4).

Namun seperti apa sikap PKS nanti, lanjut dia, majelis syuro PKS akan membahas dalam pertemuan yang direncanakan dilaksanakan 27 April nanti.

BACA JUGA: Dana Kampanye Gerindra Tersisa Rp50 Juta

"Yang akan dibahas salah satunya kita akan berkoalisi dengan siapa. Itu yang real yang akan dibahas," ujarnya meyakinkan.

Saat ditanya sikap terbaik PKS di Pilpres nanti, Salim menolak menjawab. Ia menegaskan, pendapat yang dikeluarkan untuk publik khususnya terkait Pilpres, adalah sikap PKS, bukan pribadinya sebagai anggota majelis syuro PKS.

BACA JUGA: KPU Buka Peluang Rekrut PNS jadi KPPS di Sampang

"Kalau saya pasti sikap di PKS, ya sikap majelis syuro. Tidak ada yang pribadi-pribadi," tegasnya.

Ia juga tidak takut PKS akan ditinggalkan dalam pembentukan koalisi. Sebab, dia yakin, saat ini belum ada satu pun koalisi parpol yang real.

"Insya Allah, pasti paling lambat tanggal 9-10 Mei. Tapi 27 April sudah ada indikasi ke situ (arah koalisi PKS di Pilpres)," ujarnya.

Tidak takut PKS tidak mendapat jatah menteri lagi, jika terlambat membangun koalisi?

"Yang jelas kita realistis. Siapapun yang menang akan menerima banyak usulan, pasti akan profesional. Kerja sama itu pasti melihat tokoh yang di partai dan di luar pertai. Yang kompeten dan profesional," pungkasnya.(ris/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... KPU Akui Pemilu di LN Bermasalah


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler