Majukan Perekonomian, 14 Desa Ikuti Pelatihan Dasar Pengelola BUMDes

Senin, 20 Februari 2023 – 10:17 WIB
Majukan Perekonomian, 14 Desa Ikuti Pelatihan Dasar Pengelola BUMDes. Foto: PT Djarum

jpnn.com, KUDUS - Sebanyak 14 desa di Kudus, Jawa Tengah, mengikuti Pelatihan Dasar Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang diselenggarakan PT Djarum.

Pelatihan ini bertujuan mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat pedesaan, khususnya di Kota Kretek.

BACA JUGA: Menteri PDTT Apresiasi BUMDes Sumber Kahuripan Terapkan Teknologi Digital

Deputy General Manager Corporate Communications PT Djarum Achmad Budiharto mengatakan perusahaan aktif memberikan pelatihan dan pendampingan bagi pengurus BUMDes, khususnya di Kudus.

Menurut dia BUMDes merupakan salah satu cara yang efektif dalam menumbuhkan perekonomian masyarakat pedesaan bila badan usaha tersebut dikelola dengan baik.

BACA JUGA: Entaskan Kemiskinan, Djarum Renovasi 10 Rumah Keluarga Tak Mampu di Kudus

"Pelatihan ini guna memantapkan kelembagaan, mengeksekusi rencana bisnis, sampai membuat laporan keuangan yang akuntabel dan sesuai standar sehingga BUMDes dapat menghadirkan manfaat yang maksimal bagi warga desa," kata Budiharto, dalam keterangannya, Senin (20/2).

Pelatihan digelar selama enam hari pada akhir pekan mulai Sabtu (4/2) hingga Minggu (19/2). Pesertanya berasal dari 6 kecamatan, yakni Desa Soco, Ternadi & Cendono (Kecamatan Dawe), Desa Peganjaran, Dersalam & Gondangmanis (Kec. Bae), Desa Kaliputu (Kec. Kota), Desa Kirik, Mejobo, & Payaman (Kec. Mejobo) Desa Hadipolo, Honggosoco, & Klaling (kec. Jekulo) dan Desa Tanjung Karang (Kec. Jati).

BACA JUGA: Jokowi Punya Rencana Besar untuk BUMDes, Rakyat Jangan Hanya Menonton

Pada hari pertama pelatihan, berbagai instansi mulai dari Direktorat Jenderal Pengembangan Ekonomi dan Investasi Desa, Kemendesa PDTT, Dinas PMD Kabupaten Kudus, Tenaga Ahli Pendampingan Desa, Bank Jateng, dan Lokadata menjadi narasumber yang mengisi sharing session yang bersama pengelola BUMDes dari 34 desa di Kabupaten Kudus.

Peserta juga mendapatkan beragam materi mulai dari pemetaan potensi desa, pembuatan analisis kelayakan bisnis, sampai pembuatan program kerja (business plan).

Pada hari terakhir pelatihan, peserta bersama-sama membahas rancangan AD/ART, lalu, serentak mendaftarkan nama BUMDes ke Kemendesa secara daring.

Ema Widiastuti, salah satu peserta dari Desa Klaling, Kecamatan Jekulo, menyatakan pentingnya materi tentang pemetaan potensi desa.

"Banyak potensi desa yang tergali dalam pelatihan ini, untuk selanjutnya akan kami rancang sebagai rencana usaha BUMDes ke depan," kata dia. 

Pelatihan ini juga diramaikan dengan lapak dari beberapa BUMDes dampingan PT Djarum, dalam tajuk “Lapak BUMDes Kudus”. Enam BUMDes, yakni BUMDes Pedawang, Tumpangkrasak, Panjang, Wonosoco, Krandon, dan Japan menjajakan produk-produk unggulan masing-masing.

Pelatihan ini adalah yang ketujuh semenjak PT Djarum memulai program pengembangan BUMDes di Kabupaten Kudus pada 2019.

Dari total 75 BUMDes di Kabupaten Kudus saat ini, 49 di antaranya telah mendapatkan pelatihan tentang pengembangan BUMDes dari PT Djarum. 

Pada 2022, sebanyak 27 BUMDes yang didampingi PT Djarum berhasil memiliki sertifikat badan hukum. (jlo/jpnn)


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler