Mak-Mak di Mataram Minta Firli Bongkar Mafia Beras

Jumat, 27 Januari 2023 – 12:05 WIB
Sejumlah mak-mak di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat melakukan protes atas kenaikan harga beras di Ampenan, Mataram, Kamis (26/1). Foto: Koordinator Aksi Mak-Mak

jpnn.com, JAKARTA - Sejumlah mak-mak di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat melakukan protes atas kenaikan harga beras.

Mereka mengaku resah harga beras terus melonjak di tengah mahalnya sejumlah kebutuhan pokok.

BACA JUGA: DPR Apresiasi Satgas Pangan Berhasil Ungkap Mafia Beras

Terlebih mereka juga mendengar kenaikan itu ditengarai ada kaitannya dengan permainan para mafia beras.

“Apa negara sudah kalah dengan mafia? Tolonglah KPK turun tangan. Tangkap siapa saja mafianya,” kata Koordinator Aksi Siti Halimah di Ampenan, Mataram, Kamis (26/1).

BACA JUGA: Mentan Minta Kabareskrim Segera Berantas Mafia Beras

Dia menjelaskan kenaikan harga berlaku pada semua jenis beras.

Siti mencontohkan pekan lalu beras medium masih di harga Rp 11.000 per kilogram dan beras premium Rp 12.000.

BACA JUGA: Satgas Pangan Prioritaskan Penindakan Mafia Beras

Namun, kata dia, kini beras medium sudah di atas Rp 12.000 dan premium Rp 13.000.

“Padahal tiga minggu lalu saya beli beras medium masih Rp 10 ribu, berarti sudah tiga kali naik kan,” ungkap Siti dengan nada heran.

Siti merasa kenaikan yang begitu cepat itu tak mungkin diakibatkan oleh persoalan produksi atau distribusi semata.

Sebab faktanya, pemerintah setempat menyebut stok beras di NTB masih cukup bahkan surplus.

Dia juga mengetahui pemerintah gencar melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga.

“Katanya sudah diguyur impor, tetapi kok masih naik,” imbuh Halimah.

Adiba Humairoh menambahkan pemerintah mesti bertindak cepat mengendalikan harga.

Apalagi saat ini harga beberapa kebutuhan pokok seperti cabai, bawang merah, dan telur juga mahal sehingga menambah beban hidup warga.

Secara khusus, dia minta Ketua KPK Firli Bahuri agar turun tangan mengungkap dugaan permainan mafia di balik fenomena kenaikan tersebut.

“Pak Firli sering tangkap koruptor. Kami ingin mafia beras ini juga ditangkap seperti mafia minyak goreng,” tegasnya.

Adiba menilai tidak sulit bagi Firli membongkar kongkalikong di seputar tata kelola beras.

Hal ini karena sudah banyak kasus serupa di sektor pangan yang ditangani KPK.

Dia pun yakin Firli dan pimpinan KPK lain paham titik mana saja yang rawan terjadinya penyelewengan.

“Kami dukung kerja beliau sampai jadi presiden untuk basmi mafia. Bukan apa-apa ini sudah terlalu, masak negara diatur-atur mafia. Tidak bisa begini,” tegas Adiba.(fri/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Friederich Batari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler