Makin Mesra, Tiongkok dan Malaysia Sepakat soal Laut China Selatan

Rabu, 14 Oktober 2020 – 23:54 WIB
Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi. Foto: ZHU XINGXIN / CHINA DAILY

jpnn.com, PUTRAJAYA - Tiongkok dan Malaysia mencapai serangkaian konsensus tentang berbagai isu termasuk memperkuat kerja sama bilateral, memerangi COVID-19, menegakkan multilateralisme, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.

Hal itu disampaikan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam konferensi pers di Putrajaya, Malaysia, Selasa (13/10).

BACA JUGA: Menlu Tiongkok Ajak Negara ASEAN Mengusir Pengganggu dari Laut China Selatan

Didampingi Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein usai pertemuan bilateral kedua pemimpin, Wang menuturkan bahwa lawatannya merupakan kunjungan pertama menteri luar negeri Tiongkok ke Malaysia sejak wabah COVID-19 merebak.

Dirinya juga menjadi menteri luar negeri pertama yang secara resmi diterima Malaysia sejak itu, menunjukkan kemitraan strategis komprehensif tingkat tinggi antara kedua negara. Ini juga menunjukkan tradisi baik saling percaya dan saling mendukung antara kedua negara.

BACA JUGA: Negara ASEAN Sibuk Melawan Covid-19, Militer Tiongkok Kembali Berulah di Laut China Selatan

"Menghadapi berbagai tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, China dan Malaysia bekerja sama dengan solidaritas untuk mengatasi masa sulit ini, mencapai kemajuan besar bersama dalam melawan COVID-19 dan memperdalam persahabatan antara saudara dan tetangga," tuturnya.

Wang menyampaikan, perdagangan dan investasi antara Tiongkok dan Malaysia telah melawan tren dengan mencatatkan pertumbuhan, sementara kerja sama bilateral di seluruh sektor terus bergerak maju.

BACA JUGA: Menlu Retno Sebut Rivalitas di Laut China Selatan Makin Mengkhawatirkan

Wang menambahkan bahwa hubungan bilateral kedua negara menunjukkan ketahanan yang kuat dan kerja sama ini akan merangkul prospek yang lebih cerah lagi.

"Kedua negara akan membentuk komite kerja sama tingkat tinggi yang dipimpin oleh kedua menteri luar negeri dan akan merumuskan dokumen kerangka kerja sama antarpemerintah guna memajukan kerja sama di berbagai bidang secara terkoordinasi, dan untuk membawa kemitraan strategis komprehensif Tiongkok-Malaysia ke tingkat yang lebih tinggi," beber dia.

Dalam hal penanganan pandemi COVID-19, lanjut Wang, Tiongkok siap untuk terus berbagi pengalaman dan keahlian dengan Malaysia. Termasuk berkolaborasi dalam penelitian, pengembangan, produksi, dan pengadaan vaksin.

Untuk kerja sama ekonomi, tutur Wang, kedua pihak akan terus memajukan kerja sama kawasan industri kembar, yaitu Kawasan Industri Qinzhou China-Malaysia dan Kawasan Industri Kuantan Malaysia-Tiongkok, East Coast Rail Link (ECRL), dan proyek-proyek penting lainnya. Wang menambahkan bahwa Tiongkok siap untuk terus mengimpor minyak sawit berkualitas tinggi dari Malaysia.

"Kedua negara juga sepakat membangun perekonomian dunia yang terbuka. Tiongkok menyambut Malaysia untuk berpartisipasi dalam Pameran Impor Internasional Tiongkok bulan depan sebagai negara tamu kehormatan," kata Wang.

Terkait urusan Laut China Selatan, kedua negara sepakat untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut. Mereka berpandangan bahwa Laut China Selatan seharusnya tidak menjadi tempat pergulatan kekuatan besar, penuh dengan kapal perang.

Wang mengatakan, Tiongkok dan negara-negara ASEAN memiliki kapasitas penuh dan kearifan serta tanggung jawab untuk menjaga perdamaian dan ketenangan di Laut China Selatan.

"Tiongkok dan negara-negara ASEAN harus bekerja sama untuk mengeliminasi gangguan eksternal dan terus menerapkan Deklarasi Perilaku Para Pihak di Laut China Selatan serta berusaha untuk mencapai penyelesaian dini tentang Kode Etik di Laut China Selatan yang efektif dan bernilai," pungkasnya. (Xinhua/ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler